Sosialisasi Program Kerja ZI WBK

0
64

Setelah sukses melakukan pencanangan yang ditindaklanjuti dengan Pembentukan Tim Kerja ZI WBK oleh Kepala BPCB Sulsel, selanjutnya tim kerja menyusun program kerja dan rencana aksi ZI WBK BPCB Sulsel tahun 2020. Tim kerja yang terbentuk terdiri atas 6 Kelompok Kerja dan satu tim Sekretariat segera menyelesaikan program kerja dan rencana aksi sebagai pedoman dalam melakukan perubahan pada 6 area perubahan ZI WBK. Program kerja tersebut perlu diketahui secara luas oleh seluruh pegawai BPCB Sulsel, stake holder, dan masyarakat umum. Untuk itu tim Manajemen Perubahan menginisisasi kegiatan sosialisasi yang dibagi dalam dua sesi, yaitu pada hari Senin tanggal 29 Juni 2020 dan Selasa tanggal 30 Juni 2020. Sosialisasi dipusatkan di Aula Fort Rotterdam yang dihadiri oleh pegawai BPCB Sulsel secara langsung bertempat di ruang aula dan koridor gedung E, serta melalui saluran online untuk yang berada di luar kantor. 

Peserta yang mengikuti sosialisasi ini pada hari Senin, 29 Juni 2020 adalah 100 orang pegawai BPCB Sulsel menyaksikan secara langsung di ruang aula dan koridor Gedung E, serta 48 orang pegawai dari berbagai kabupaten di 3 provinsi wilayah kerja BPCB Sulsel secara daring dengan aplikasi zoom meeting. Selain itu, kegiatan ini juga disiarkan secara live di chanel youtube BPCB Sulsel. Undangan yang turut menyaksikan sosialisasi ini adalah Inspektur di Inspektorat Jenderal Kemdikbud, pejabat di lingkungan Setditjen Kebudayan, Direktur-direktur, Kepala Lembaga, serta Satker dan UPT di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Dalam sambutannya, Kepala BPCB Sulsel, Drs. Laode Muhammad Aksa, M.Hum. menekankan pentingnya sosialisasi bagi kalangan internal agar seluruh pegawai menyadari pentingnya keterlibatannya secara aktif dalam program ZI WBK ini. Upaya lebih serius mewujudkan pemerintahan bersih, bebas KKN perlu ditanamkan, melahirkan inovasi-inovasi dalam 6 area perubahan yang pada akhirnya mewujudkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Tim kerja harus mampu membuat alur kerja perubahan dan pendekatan yang dapat mengubah pola pikir dan meningkatkan budaya kerja seluruh pegawai berlandaskan kearifan lokal Bugis-Makassar. Secara eksternal, sosialisasi ini bertujuan menyebarkan informasi rencana kerja kepada masyarakat luas agar masyarakat dapat memberikan dukungan sekaligus menjadi kontrol bagi BPCB Sulsel dalam melaksanakan program perubahannya dalam ZI WBK.

Dalam kegiatan ini, setiap Pokja memaparkan program kerja dan rencana aksinya dalam dua sesi di pandu oleh Andriany, S.S., M.Si. sebagai moderator. Sesi pertama pemaparan dimulai pada pukul 11.00 wita-11.45 wita, terdiri atas Pokja Manajemen Perubahan, Pokja Penataan Tata Laksana, dan Pokja Manajemen Sumberdaya Manusia. Pada sesi 2 yang dimulai pada pukul 11.50-12.30 wita, pemaparan program dilakukan oleh Pokja Akuntabilitas Kinerja, Pokja Pengawasan, dan Pelayanan Publik. Kegiatan diakhiri dengan tanya jawab yang dibagi dalam 3 sesi, yaitu sesi eksternal, sesi internal via online, dan sesi internal langsung. Acara ditutup dengan foto bersama pada pukul 13.10 wita. 

————————————————————————————————————————————

Sosialisasi hari kedua, Selasa 30 Juni 2020 dihadiri 100 orang di ruang aula dan koridor Gedung E Benteng Rotterdam, dan 83 orang undangan eksternal dan internal mengikuti secara daring. Pihak ekternal merupakan stake holder dari pemerintah daerah (Dinas Kebudayaan Provinsi, Meseum daerah, Dinas Kebudayaan Kabupaten/Kota), dan komunitas budaya di wilayah kerja BPCB Sulsel.  Sedangkan undangan internal adalah pegawai BPCB Sulsel yang bertugas sebagai Juru Pelihara dan Polisi Khusus Cagar Budaya di 12 Kabupaten/Kota di wilayah kerja BPCB Sulsel. 

Drs. Mohammad Natsir, M.Pd. dalam laporan pelaksanaan, menyampaikan bahwa sosialisasi ini selain bertujuan untuk menyampaikan program kerja dan rencana aksi BPCB Sulsel dalam pembangunan ZI WBK, juga memohon agar stake holder dan masyarakat untuk memberi dukungan penuh atas rencana pembangunan ZI WBK BPCB Sulsel dalam tugas dan fungsinya melayani masyarakat di bidang cagar budaya. Demikian pula Kepala BPCB Sulsel dalam sambutannya terus memberikan semangat kepada seluruh pegawai BPCB Sulsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ke-cagar budaya-an kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan falsafah masyarakat Bugis-Makassar “Kualleangi Tallanga Na Toalia”, lebih baik tenggelam daripada kembali tanpa hasil. Demikianlah BPCB Sulsel telah mendeklarasikan perubahan pola pikir dan budaya kerja ke arah yang lebih baik, pantang untuk berhenti sebelum berhasil, demikian Drs. Laode Muhammad Aksa, M.Hum. mengakhiri sambutannya dalam kegiatan ini.

Sebagaimana hasi sebelumnya, pada hari kedua sosialisasi Program Kerja dan Rencana Aksi ZI WBK BPCB Sulsel, setiap pokja kembali memaparkan program-program kerja yang direncanakan. Di akhir pemaparan, sesi tanya jawab yang dipandu oleh Andriany, S.S., M.Si. menerima beberapa pertanyaan dan saran dari undangan sosialisasi baik secara langsung maupun peserta daring dari pihak eksternal maupun internal. Di akhir sesi, Kepala Museum Kota Makassar, Dra. Hj. Nunu Chamisany yang menghadiri kegiatan ini secara daring, mempertanyakan pelayanan BPCB Sulsel terkait dengan koleksi museum di Sulawesi Selatan. Demikian pula sebelumnya Jenny Konda dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara menanyakan sistem pelayanan cagar budaya dan permuseuman pemerintah selama masa pandemi covid-19. Kegiatan sosialisasi ditutup pada pukul 12.10 ditandai dengan foto bersama.

TINGGALKAN KOMENTAR