Makam Sunan Prapen

0
2117

Makam Sunan Prapen terletak di Dusun Klangonan, Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Secara Geografis, Makam Srandil memiliki luas lahan + 625 m2 dengan panjang 25 m, lebar 25 m. Batas Utara berbatasan dengan Tanah milik PT. Semen Gresik, sebelah Timur berbatasan dengan tanah milik perorangan, sebelah selatan dan barat berbatasan dengan pemakaman umum. Secara Astronomi, letak Makam Srandil terletak pada titik koordinat, pada 07°10’02.7 LS dan 112°37’43.2 BT dengan ketinggian + 74 meter di atas permukaan laut dan orientasi bangunan makam menghadap ke selatan. Terdapat 2 (Dua) Juru Pelihara yang ditugaskan oleh BPCB Mojokerto untuk menjaga situs.

Sunan Prapen adalah penguasa Giri Kedaton (1548 M – 1605 M) yang paling besar sepeninggal Sunan Giri. Beliau telah berjasa dalam memperkuat pemerintahannya baik di Jawa Timur, Jawa Tengah maupun di sepanjang pantai pulau-pulau Nusantara bagian timur. Paruh kedua abad ke-16 merupakan masa kemakmuran Giri/Gresik sebagai pusat peradaban pesisir Islam dan pusat ekspansi Jawa di bidang ekonomi dan politik di Indonesia bagian timur.
Menjelang akhir hidupnya Beliau ingin menghormati kakeknya, pendiri dinasti pimpinan rohani di Giri, Menurur cerita setempat beliau memerintahkan membangun cungkup di atas makam Sunan Giri pada tahun 1590 M. Pada tahun 1601 M, seorang pelaut Belanda bernama Oliver van Noort ketika singgah di Gresik mendengar bahwa raja tua itu berumur 120 tahun. Menurut Graaf Sunan Prapen meninggal pada tahun 1605 M, sedangkan menurut babad Gresik ditandai denngan candrasengkala “Prapen Dadi Golonganing Ratu” atau tahun 1547 saka / 1625 M.(un)

Sumber: Laporan Pemantauan Juru Pelihara dan Situs di Kabupaten Gresik, Lamongan dan Tuban.