Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur adalah salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan, dengan jumlah pegawai sebanyak 635 orang,  370 PNS, dan 265 Non PNS. Berupaya mewujudkan pengelolaan dan pelestarian Cagar Budaya secara berkelanjutan untuk memperkuat jati diri bangsa.

Berdasarkan Permendikbud No 30 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pelestarian Cagar Budaya, BPCB Jawa Timur dipimpin oleh seorang Kepala yang membawahi Kepala Subbagian Tata Usaha dan Kepala Seksi Pelindungan Pengembangan dan Pemanfaatan. Kepala Subbagian Tata Usaha bertugas melakukan urusan perencanaan, keuangan, kepegawaian, ketatalaksanaan, hubungan masyarakat, persuratan dan kearsipan, barang milik Negara dan kerumahtanggaan. Bagian Teknis bertugas melakukan urusan  Kepala Seksi Pelindungan Pengembangan dan Pemanfaatan bertugas melakukan penyelamatan, pengamanan, zonasi, pemeliharaan, pemugaran, pengembangan, pemanfaatan, pendokumentasian, publikasi dan kemitraan di bidang pelestarian cagar budaya dan yang diduga cagar budaya di wilayah Jawa Timur.

Keberadaan UPT ini melalui perjalanan panjang yang diawali dengan pendirian lembaga oleh Pemerintah Hindia Belanda. Berdasarkan SK.015A/1970 berganti nama menjadi Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Kantor Wilayah III Mojokerto hingga pada tanggal 20 Juli 2012 menjadi Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto. Sesuai dengan Permendikbud No.30 Tahun 2015 berganti menjadi Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur. Sejak tahun 1979 hingga saat ini BPCB Jawa Timur telah melakukan pemugaran dan konsolidasi pada 43 cagar budaya.

Jawa Timur merupakan provinsi yang berada di ujung timur Pulau Jawa dengan 38 Kota/Kabupaten yang memiliki sebaran tinggalan purbakala dari zaman Prasejarah, Hindu Budha, Islam dan Kolonial. Dari kegiatan Inventarisasi yang dilakukan BPCB Jawa Timur sejak tahun 1988 didapatkan data tinggalan purbakala di wilayah Jawa Timur sejumlah 11.155 yang terdiri dari jumlah benda bergerak, benda koleksi museum, bangunan, struktur, situs, dan kawasan.

BPCB Jawa Timur menempatkan Juru Pelihara berstatus PNS maupun Non PNS pada 237 situs yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota.

Penetapan Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional dengan SK. Menteri adalah sejumlah 9 objek, 44 objek ditetapkan dengan SK. Menteri, 182 objek ditetapkan dengan SK. Walikota, dan 5 objek ditetapkan dengan SK. Gubernur.

Berdasarkan  data jumlah wisatawan situs yang menjadi objek wisata adalah Makam Sunang Bonang, Makam Sunan Giri, Makam Ibrahim Asmoro Qondi, Makam Sunan Drajat, Makam Air Mata Ibu, Makam Sentonogedong, Candi Penataran I, Candi Jolotundo, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus.