R. William Liddle: Asuh Mahasiswa Indonesia Jadi Ahli (2)

0
357
Prof R William Liddle foto: Kompas.id

Tahun ini Pemerintah RI lewat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberinya Anugrah Kebudayaan untuk Kategori Perorangan Asing kepada Liddle. Penghargaan ini diberikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kepada perorangan asing di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan tentang Indonesia, dan bidang – bidang lain yang bermanfaat besar bagi bangsa dan negara Indonesia.

Prof R William Liddle
foto: Kompas.id

Berkaitan dengan penghargaan itu, Liddle mengaku sangat kaget. Ketika mendapatkan informasi bakal mendapatkan Anugrah Kebudayaan ia segera mencari informasi mendalam tentang itu. “Ternyata cukup tinggi (Anugerah Kebudayaan) dan diberikan kepada orang asing. Dirasa Berjaya betul. Sampai sekarang, penghargaan luar biasa bagi saya pribadi,” ujarnya seraya menambahkan bahwa penghargaan tersebut bukan karena prestasi pribadinya tetapi juga sumbangan dari murid – muridnya.

Kiprahnya di Indonesia dimulai tahun 1962, ketika ia melakukan penelitian lapangan di Pematang Siantar, dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, untuk  disertasi doktornya. Ia  tinggal di Pematang Siantar selama dua tahun, kemudian kembali ke AS. Setelah itu , ia baru ke Indonesia untuk masa penelitian kedua pada tahun 1968. Ia mengikuti perkembangan demokrasi di Indonesia mulai dari era Sukarno, Soeharto sampai Reformasi. Ia memuji Indonesia telah menjadi salah satu negara demokratis di dunia. Demokrasi, katanya adalah bentuk pemerintahan yang paling cocok di abad modern.

Orang yang paling berjasa memperkenalkan Indonesia kepadanya adalah Prof Harry Jindrich Benda (1919-1971), seorang ahli tentang Asia Tenggara, di Yale University. “Harry Benda, seorang dosen yang sangat kharismatik. Dan dia bilang, ‘kamu harus jadi Indonesianis. Sudah, fokus pada Asia Tenggara, tetapi Indonesia sebagai fokus spesifik’,” tutur Liddle. Baginya, sekarang, Indonesia adalah tanah air keduanya. Karena itu, ia selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke Indonesia.

Liddle tidak hanya suka makan rendang, tetapi juga pandai memasak rendang. “Saya belajar dari buku masak. Saya selalu mengundang mahasiswa berkumpul di rumah saya saat tahun baru. Saat itu, saya suguhkan rendang masakan saya,” tuturnya.

Ia juga suka batik. Bahkan ia pernah menjadi kolektor batik Iwan Tirta. Setiap kali datang ke Indonesia, ia tak lupa mampir ke toko batik Iwan Tirta. “Orang menganggap batiknya norak, tapi saya suka. Ini kebiasaan saya. Saya selalu pakai batik. Batik itu kontribusi dunia,” kata ahli politik Indonesia ini. Dan, ia juga berharap, Indonesia merawat bineka tunggal ikanya.

Disalin dari Buku Profil Penerima Anugerah Kebudayaan Tahun 2018

TINGGALKAN KOMENTAR