R. William Liddle: Asuh Mahasiswa Indonesia Jadi Ahli (1)

0
746
Indonesianis Amerika, R. Williams Liddle yang menerima Augerah Kebudayaan Tahun 2018. foto: nasional.tempo.co

Ahli politik Indonesia Profesor Emerius R William Liddle telah banyak membantu mahasiswa asal Indonesia untuk menjadi ahli yang terbaik dalam bidangnya masing – masing. Ia juga mengusahakan untuk mencarikan beasiswa dan meningkatkan kemampuan akademik muridnya asal Indonesia.

Indonesianis Amerika, R. Williams Liddle yang menerima Augerah Kebudayaan Tahun 2018. foto: nasional.tempo.co

Liddle mempunyai pandangan, studi tentang politik Indonesia seharusnya dilakukan oleh putra Indonesia sendiri, bukan orang asing. Hal itulah yang mendorongnya untuk menghasilkan banyak mahasiswa asal Indonesia yang dibimbingnya mencapai tingkat doctor.

“Saya merasa aneh, saya datang dari jauh untuk mempelajari sesuatu yang seharusnya diketahui orang Indonesia sendiri. Saya mau menciptakan angkatan baru untuk menggantikan saya,” katanya. Murid pertamanya adalah Mohtr Mas’oed. Kemudian, beberapa murid lainnya adalah Makarim Wibisono, Salim Said, Affan Gafar (alm), Bahtiar Effendy, Rizal Malarangeng, Denny JA, Saiful Mujani, Dinna Wisnu, Yohanes Sulaeman, dan Jayadi Hanan.

Saat Liddle berulang tahun ke-70 pada tahun 2008, para muridnya menerbitkan sebuah buku berjudul Dari Columbus untuk Indonesia: 70 Tahun Prof Bill Liddle Dari Murid dan Sahabat (2008) sebagai penghargaan atas kontribusi dan dedikasinya.

Liddle yang masih aktif menulis dan menyumbangkan pemikiran dan analisisnya mengenai demokrasi di Indonesia adalah juga konsultan USAID, yang menangani kebijakan yang bersahabat antar Indonesia dan Amerika Serikat. Guru besar Emeritus itu mengatakan, masalah utama yang dihadapi oleh mahasiswa asal Indonesia ketika belajar di Amerika adalah soal kemampuan Bahasa Inggris. Ia selalu menjadi penjamin bagi mereka saat berhadapan dengan perguruan tinggi Amerika, dan selalu berusaha meyakinkan pihak universitas bahwa kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa asal Indonesia akan bekembang dan mampu mengikuti perkuliahan.

Ia pun menganjurkan sejumlah universitas di negerinya untuk membuat program studi Bahasa Indonesia seperti di Ohio University, Washington University, dan beberapa lagi. Namun pertumbuhan program studi Bahasa Indonesia di Amerika tidak sesubur di Australia.

Disalin dari Buku Profil Penerima Anugerah Kebudayaan Tahun 2018

 

TINGGALKAN KOMENTAR