PENERIMA ANUGERAH KEBUDAYAAN KATEGORI MAESTRO SENI TRADISI: CHAIRUDDIN DAHLAN (1)

0
315
foto: gapuranews.com

Empu Penabuh Gendang Melayu

Selama 56 tahun ia menabuh gendang melayu dengan penuh kencintaan dan kesetiaan. Gendang melayu jugalah yang telah membawanya pergi jauh keluar negeri sebagai duta budaya. Dia adalah Chairuddin Dahlan.

Sebuah foto hitam putih tua tergantung di kamar rumahnya yang sederhana di daerah Bintang Meriah, Batangkuis, Medan,Sumatera Utara. “Chairuddin Dahlan menjelaskan.

foto: gapuranews.com

Foto tersebut menampilkan momen bersejarah. Presiden Sukarno tersenyum riang menerima rombongan penari Serampang Dua Belas yang di pimpin oleh Sauti di Istana Bogor, sesaat sebelum berang ke Beijing (China) dan Moskow (Uni Soviet, kini rusia) tahun 1960-an. Di foto itu terlihat Sauti dan Para penari, serta para pemusik, di antaranya Chaeruddin Dahlan.

Foto hitam – putih yang telah dipigurakan dengan baik itu satu – satunya dokumentasi miliknya yang bercerita tentenag pengalamannya tampil di Istana Bogor dan sebagai duta budaya bangsa. Sauti dan rombonganya pentas di hadapan Bung Karno sebelum menjalankan misi diplomasi budaya ke Beijing dan Moskow.

Tok Udin gendang, demikian Chairudidin Dahlan biasa disapa teman – temanya, menunjukan dirinya di foto itu duduk berjongkok di barisan depan, Ketiga sebelah Kiri Sauti yang mengenakan teluk belanga satin hitam.

Bung Karno pada tahun 1950-an mencanangkan Tari Serampang Dua Belas sebagai tari nasional dan diajarkandi semua sekolah se-Indonesia. Bung Karno pula yang mengirim Sauti dan rombongan penari dan pemusiknya ke berbagai Kota di Eropa, dalam rangka diplomasi budaya, mengenalkan Indonesia sebagai negara yang baru merdeka kepada masyarakat dunia.

Selain sebagai duta budaya, pada era yang sama­_atas instruksi Presiden Soekarno pula pada waktu itu, Tok Udin Gendang Bersama dengan Dahlan Siregar (pemain akordion), Tutur (pasangannya dalam bermain gendang melayu) pernah Tari Serampang Dua Belas di Jakarta.

Tari Serampang Dua Belas merupakan tarian Indonesia yang kaya akan nilai – nilai luhur  dan mengandung filosofi yang dalam. Tari ini diciptakan oleh Sauti dan dipentaskan pertama kali di tahun 1938 di Medan. Sejarah telah menjelaskan bahwa Tari Serampang Dua Belas adalah anak kandung dari Ronggeng Melayu yang lahir dari sebuah kecerdasan Sauti yang memetic gerak dan bunyi dengan Grenek Melayu. Ia berhasil menyusun  dan menggubahnya menjadi tari pergaulan yang mendunia.

Disalin dari Buku Profil Penerima Anugerah Kebudayaan Tahun 2018

TINGGALKAN KOMENTAR