NGARAK ONDEL-ONDEL
oleh :
Ria Intani T.
(BPNB Jabar)


Ondel-Ondel
(Dok: BPNB Jabar)

Ondel-ondel merupakan “boneka raksasa” yang terlahir dari masyarakat Betawi. Ondel-ondel dibuat sepasang, diibaratkan sebagai seorang perempuan dan seorang laki-laki. Secara garis besar, Ondel-ondel memiliki tiga fungsi yakni, sebagai sarana upacara, sebagai pajangan, dan sebagai sebuah arak-arakan.
Ondel-ondel sebagai sebuah arak-arakan, tampil dengan iringan musik. Ondel-ondel tidak dalam posisi “diam”, melainkan berjalan dalam bentuk arak-arakan dan sesekali berhenti untuk tandak “menari”. Setiba di pusat tempat acara, Ondel-ondel tandak hingga waktu untuk tampilnya habis. Gerakan tandak Ondel-ondel menyesuaikan irama musik pengiring. Adanya keterbatasan Ondel-ondel untuk bergerak maka gerakan tandak terbatas maju mundur, ke samping kanan/kiri, dan berputar. Hanya bagian tangan yang lebih leluasa bergerak.

Musik Pengiring Ondel-ondel
(Dok. BPNB Jabar)

Ondel-ondel diiringi musik khas dengan pemain musiknya terdiri atas 7 orang. Masing-masing pemain musik membawa alat berupa: gendang 2 buah yakni ”gendang laki-laki” dan ”gendang perempuan”, kempul, gong, kenong, kecrek, dan terompet atau yang sekarang umum digantikan dengan tehyan.
Awalnya, lagu pokok yang sering dibawakan untuk mengiringi Ondel-ondel tandak adalah lagu Leles dan Manggele. Kedua lagu itu dimainkan secara berulang dan tidak terdapat syair, melainkan bentuk musik instrumental. Seiring perjalanan waktu, demi menjaga penonton agar tidak jenuh, dimainkan pula lagu-lagu Betawi seperti di antaranya Si Jali-jali, Sirih Kuning, Ondel-ondel, dan Keroncong Kemayoran. Meskipun Ondel-ondel memiliki musik pengiring tersendiri, namun bisa juga diiringi Gambang Kromong, Tanjidor, dan lain-lain.
Apabila suatu grup kesenian Ondel-ondel akan tampil arak-arakan maka sekitar 2 jam sebelum keberangkatan ke tempat acara, personil grup mempersiapkan segala keperluan untuk tampil. Di antaranya, menyiapkan sepasang Ondel-ondel, menyiapkan baju Ondel-ondel berikut kelengkapannya, menyiapkan alat musik pengiring, menyiapkan rumah-rumahan Betawi sebagai tempat sound dan pengeras suara, dan menyiapkan pakaian seragam para pemain musik. Apabila jarak tempuh ke tempat acara cukup dekat, arak-arakan dimulai dari sanggar tempat pegiat Ondel-ondel. Apabila jarak tempat acara jauh dari tempat sanggar maka grup kesenian Ondel-ondel akan berangkat dengan menggunakan mobil bak terbuka terlebih dulu, setelah mendekati tempat acara baru mereka arak-arakan.


Arak-arakan Ondel-ondel
(Dok: BPNB Jabar)

Saat arak-arakan, posisi urutannya adalah Ondel-ondel berada pada barisan paling depan, diikuti pembawa replika rumah Betawi, lalu pemain musik 7 orang, cadangan pemain Ondel-ondel 2-4 orang, dan pimpinan rombongan 1 orang.

TINGGALKAN KOMENTAR