Romantisisme pada Lukisan Kartono Yudhokusumo

0
2550
Kartono Yudhokusumo - Bandung
Kartono Yudhokusumo (1924-1957), “Bandung”, 1952, cat minyak pada kanvas, 65 x 90,5 cm.

Sudah bukan rahasia, saat ini masyarakat Indonesia diimbau untuk tetap di rumah demi mencegah dan menghentikan penyebaran Covid-19. Tempat-tempat wisata pun termasuk Galeri Nasional Indonesia juga ditutup sementara. Meski demikian, hal tersebut tak menghentikan Galeri Nasional Indonesia untuk tetap memberikan pelayanan informasi kepada publik khususnya tentang karya-karya seni rupa. Meski di rumah saja, publik tetap bisa menikmati karya-karya koleksi negara, salah satunya adalah karya dalam Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia.

Seperti yang satu ini, karya Kartono Yudhokusumo bertajuk “Bandung”. Dalam lukisan yang dibuat tahun 1952 dengan media cat minyak pada kanvas berukuran 65 x 90,5 sentimeter ini terlihat bagaimana corak dekoratif benar-benar menjadi jiwa. Semua objek dalam pemandangan digambarkan dengan rincian detail, baik yang ada di depan maupun di latar belakang yang jauh. Berbagai warna cerah pada objek juga lebih mencerminkan intuisi pelukis daripada kenyataan yang ada di alam. Hal lain sebagai ciri genre lukisan ini adalah penggunaan perspektif udara (aerial perspective) yang memungkinkan cakrawala terlihat ke atas dan bidang gambar menjadi lebih luas, sehingga objek-objek lebih banyak dapat dilukiskan.

Dalam lukisan ini terungkap romantisisme pelukis dalam membayangkan dunia yang utuh dan ideal. Wanita-wanita berkebaya yang bercengkerama dan berkasihan, menjadi bagian penting di antara pohon-pohon dan binatang dalam taman yang penuh warna. Hal menarik lagi yaitu, pada sudut depan terlihat seorang laki-laki melukis model wanita dengan pakaian lebih modern di antara kerumunan wanita lain dalam pakaian kebaya. Selain hal itu menunjukkan setting sosial yang berkaitan dengan gaya hidup, juga bisa menjelaskan romantisisme pada pelukisnya.