Karya Ivan Sagita, Figur Kosong yang Mencari Jati Diri

0
1257
Ivan Sagita, “Meraba Diri”, 1988, cat minyak pada kanvas, 72 x 90 cm
Ivan Sagita, “Meraba Diri”, 1988, cat minyak pada kanvas, 72 x 90 cm

Karya-karya Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia kini dapat dinikmati dari rumah. Salah satunya karya Ivan Sagita berjudul “Meraba Diri”. Lukisan ini dibuat pada tahun 1988 dengan media cat minyak pada kanvas berukuran 72 x 90 sentimeter.

Lukisan ini mempunyai kecenderungan surealistik dengan menekankan pengungkapan problem-problem psikologis lewat tanda-tanda yang bersifat simbolis. Dalam karya-karyanya yang lain, Ivan Sagita juga sering mengangkat persoalan pencarian nilai-nilai kemanusiaan dengan menggunakan simbol-simbol atau atribut-atribut sosiokultural yang ada. Tema-tema kemanusiaan tersebut sering muncul dalam penggambaran yang absurd, karena sering muncul dalam juxtaposition atau penjajaran bentuk-bentuk yang irasional seperti dalam tiga figur kosong yang berjajar dalam lukisan ini. Dengan teknik realisme yang kuat dan warna-warna cenderung berat, karya-karya Ivan semakin kental dengan suasana misteri.

Dalam lukisan ini secara simbolis dapat dilihat bahwa ada proses pada tiga figur yang berusaha mengidentifikasi jati dirinya. Padahal secara kontradiktif tubuh dan muka figur-figur itu sebenarnya kosong. Dalam kekosongan figur-figur itu hanya ada awan berarak yang memunculkan tangan-tangan meraba muka. Figur di tengah tersemat atribut sanggul dan telinga wanita, yang memberi gambaran proses pencarian identitas dan jati diri kewanitaan. Akan tetapi, figur-figur berjajar itu juga bisa diinterpretasikan sebagai proses introspeksi dan pencarian diri dalam kekosongan.