Belajar Me-manage Galeri Seni Rupa

0
1683

Notice: Trying to get property 'roles' of non-object in /home/website/web/kebudayaan.kemdikbud.go.id/public_html/wp-content/plugins/wp-user-frontend/wpuf-functions.php on line 4663
Galeri Nasional Indonesia akan gelar Workshop Manajemen Galeri Seni Rupa
Galeri Nasional Indonesia akan gelar Workshop Manajemen Galeri Seni Rupa

Me–manage galeri seni rupa dan mengemas pameran seni rupa bukanlah perkara mudah, karena membutuhkan pengetahuan dan keahlian yang memadai. Karena itu Galeri Nasional Indonesia—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan— sebagai sebuah galeri seni yang mengemban tugas memberikan layanan edukasi di bidang seni rupa, akan menggelar Program Edukasi dalam bentuk “Workshop Manajemen Galeri Seni Rupa”. Acara yang dilaksanakan pada 13 November 2015 di Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia ini merupakan hasil kerjasama Galeri Nasional Indonesia dengan Departemen Pendidikan Seni Rupa Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Workshop ini akan diikuti oleh dosen seni rupa dari berbagai perguruan tinggi seni. Topik yang menjadi bahasan antara lain Manajemen Organisasi Galeri dengan narasumber Tubagus ‘Andre’ Sukmana (Kepala Galeri Nasional Indonesia), Tata Kelola Pameran akan disampaikan Mikke Susanto (Penulis, Kurator, dan Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta), Kuratorial Pameran dipandu Agung Hujatnikajennong (Kurator dan Dosen Institut Teknologi Bandung), Pengamanan dan Perawatan Karya Seni (Konservasi dan Restorasi) akan dipaparkan Sumarmin (Kepala Seksi Pengumpulan dan Perawatan Galeri Nasional Indonesia), dan Mekanisme Akuisisi Karya Seni yang akan dijelaskan oleh Rizki A. Zaelani (Kurator Galeri Nasional Indonesia dan Dosen Institut Teknologi Bandung). Sedangkan sebagai moderator adalah Citra Smara Dewi (Kurator Galeri Nasional Indonesia dan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta), serta Hafiz Rancajale (Kurator dan Perupa).

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus ‘Andre’ Sukmana, berharap workshop ini bisa mendorong terjadinya dialog interaktif yang menghasilkan semacam rujukan tentang model galeri seni rupa yang representatif, termasuk di dalamnya diperoleh wawasan dan kemampuan bagaimana mendirikan sebuah galeri seni, melahirkan program dan menghelat pameran seni rupa. Selain itu, “Diharapkan hasil workshop ini ditindaklanjuti dengan mengaplikasikannya dalam proses perkuliahan di berbagai universitas, khususnya fakultas atau program studi yang bergerak di bidang seni rupa, sehingga para mahasiswa sebagai generasi muda memiliki potensi dan wawasan tentang manajemen seni sebagai bekal untuk mengembangkan seni rupa Indonesia di masa depan,” pungkas Tubagus.

*dsy