Ajak Perupa Makassar Melukis Bersama

0
1460
Workshop Seni Lukis Galeri Nasional Indonesia di Makassar
Workshop Seni Lukis Galeri Nasional Indonesia di Makassar

Workshop Seni Lukis telah digelar Galeri Nasional Indonesia di Aula Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar pada 26 Agustus 2015. Acara ini merupakan hasil kerja sama Galeri Nasional Indonesia dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar dan Colliq Pujie Art Movement, dalam rangka mendukung ajang Pra–Biennale 2015 di Makassar.

Acara ini diawali dengan pembekalan teori oleh para narasumber yaitu Dicky Tjandra (Dosen Universitas Negeri Makassar dan Perupa) dan Yuswantoro Adi (Perupa). Dicky menjelaskan bagaimana menemukan originalitas karya sehingga menjadi ciri khas seorang seniman. Menurutnya, gaya karya terbentuk dengan sendirinya seiring seorang seniman berkarya.

Mengambil sudut pandang berbeda, Yuswantoro Adi lebih menyoroti teknik melukis dengan menjabarkan karakteristik cat akrilik yang terkait dengan teknik pewarnaan. “Cat akrilik sifatnya cepat kering sehingga proses pengerjaan lukisan lebih cepat rampung. Cat ini bisa dikelupas apabila terjadi kesalahan dalam teknik pewarnaan dan/atau pencampuran warna,” papar Yuswantoro. Namun karena cat ini terbuat dari pigmen warna dalam larutan emulsi resin akrilik sebagai bahan utama pembuat plastik, cat akrilik saling mengikat kuat sehingga ketika satu bagian terkelupas, maka bagian lain di sekitarnya akan ikut terkelupas.

Tak hanya teori, Yuswantoro juga memperagakan melukis model seorang perempuan berbaju putih, di hadapan para peserta. Kemudian peserta diajak untuk melukis bersama dengan dua wanita cantik sebagai model.

Baik sesi pembekalan teori maupun praktik lukis, keduanya dirancang untuk memancing keaktifan para peserta sehingga workshop ini mampu membangkitkan suasana yang interaktif. Selain itu dituturkan Kepala Galeri Nasional Indonesia—Tubagus ‘Andre’ Sukmana—, workshop ini juga diselenggarakan sebagai sarana/wadah untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni lukis serta mengangkat potensi daerah khususnya Makassar, lewat media seni rupa. Dengan pembekalan teori dan praktik lukis, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan lukisnya dan menemukan gaya lukis yang menunjukkan ciri khas pelukisnya dan juga identitas budaya lokal. Selanjutnya, diharapkan karya-karya pelukis Makassar tersebut mampu mengangkat kebudayaan lokal di ranah global.

*dsy/GNI