Publik Chile Ketagihan Melodi Angklung Indonesia

0
693

chile
Jakarta, CNN Indonesia — “Otra, otra!”

Demikian publik Chile berseru usai tirai menutup panggung Acara Malam Budaya Indonesia di Teatro de Carabineros Santiago, pada Kamis (8/10) lalu. Dalam bahasa setempat, “otra otra” sama artinya seperti “we want more” yang biasa meledak di akhir konser musik.

Mereka ketagihan melodi angklung yang selama beberapa menit membekap ruangan. Padahal angklung yang mengiringi suara merdu sang vokalis itu memainkan lagu-lagu tradisional seperti Bengawan Solo dan Mojang Priangan.

Sesekali memang lagu Latin populer seperti Besame Mucho dan Corazon Epinado juga dimainkan. Bahkan lagu kebangsaan Chile, Hikno Nacional de Chile dinyanyikan dengan fasih.

Namun bukan itu yang memincut hati para penonton. Penampilan angklung merupakan hal baru yang tradisional dan amat memuaskan. Tak heran setiap kali lagu berakhir, selalu disambut tepuk tangan membahana para penonton.

Apalagi mereka terkadang ikut terlibat. Ada sesi interaktif di mana masing-masing penonton diberi kesempatan ikut bermain angklung. Dari awal sesi, mereka sudah diberi angklung masing-masing, dengan nomor yang sesuai nada.

Mereka kemudian diinstruksi kiki Ridzki Irwandi dari Rumah Angklung Indonesia, untuk membunyikan angklungnya berdasarkan nada masing-masing. Keserempakan mereka pun berbuah lagu. Para penonton makin antusias dan senang.

Setelah penampilan berakhir, penonton berteriak meminta lagu tambahan, yang akhirnya dipenuhi oleh Rumah Angklung Indonesia. Sebagai balasan, penonton memberikan standing applause. Mereka benar-benar terpuaskan.

Penonton di Teatro de Carabineros itu terdiri atas pejabat tinggi Chile, seperti kepolisian nasional, duta besar, pejabat diplomatik, organisasi nasional, pengusaha, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat Indonesia sendiri.

Mereka berkumpul dalam teater berkapasitas 650 orang itu dalam rangka Acara Malam Budaya Indonesia yang merupakan hasil kerja sama KBRI Santiago dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pusat Budaya Kepolisian Nasional Chile, dan Rumah Angklung Indonesia.

Acara yang mengusung tema “Una Noche de Angklung” atau “A Night of Angklung” itu merupakan upaya pengenalan kebudayaan Indonesia sekaligus peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Chile.

Angklung dipilih mewakili Indonesia karena itu merupakan salah satu instrumen kebanggaan bangsa. Bukan hanya angklung, Indonesia juga terwakilkan lewat kuliner-kuliner khas yang menjamu tamu dan dipuji cita rasanya.

Perjalanan angklung di Chile pun tak hanya semalam. Rumah Angklung Indonesia masih mengisi pameran mancanegara, Feria de las Naciones di Malloco, Penaflor, sekitar 33 kilometer dari Santiago. Di sana, melodi angklung bergetar sampai tiga hari lamanya.

Menurut keterangan pers KBRI Santiago yang diterima CNN Indonesia, sejak ikut serta pada 2011, Indonesia selalu berhasil mendapat predikat sebagai peserta terbaik berdasarkan penilaian pengunjung, soal kerajinan tangan, kuliner, dan aksi panggung pementasan budaya. (rsa/vga)

Sumber: http://www.cnnindonesia.com/hiburan/20151015111623-227-85018/publik-chile-ketagihan-melodi-angklung-indonesia/