Festival Indonesia di Australia

0
1539

Penari Asal Kota Malang Pukau Pengungjung Festival Indonesia
MALANG POST – Festival Indonesia yang selama ini diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2008, kini menjadi Ikon Budaya di Canberra, ibu kota Australia. Hal ini tercermin dari membludaknya jumlah pengunjung yang hadir dari tahun ke tahun. Pada Festival Indonesia ke-8 yang diadakan pada hari Sabtu, kemarin, hampir 5.000 orang menyesaki pelataran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra.

pengunjung festival indonesia di Canberra
Para pengunjung mulai dari orang tua hingga anak-anak, duta besar dan kalangan diplomatik dari perwakilan asing di Canberra seperti Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Estonia, Kuba dan Timor Leste, bahkan warga Sydney yang berjarak 280 km dari Canberra, sangat menikmati Festival Indonesia yang digelar sejak pagi hingga sore hari. Para pengunjung juga berkesempatan berpiknik di area taman KBRI Canberra yang indah dihiasi aneka bunga musim semi.

“This is fantastic! I never saw huge people coming to enjoy food and music at Embassy before,” demikian tutur Melissa, seorang penyiar radio di Canberra yang baru pertama kali menyaksikan Festival Indonesia.

Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, menyatakan bahwa Festival Indonesia merupakan promosi budaya tahunan terbesar yang digelar KBRI Canberra, untuk: “Memperkenalkan secara lebih dekat berbagai seni, budaya dan makanan khas Indonesia kepada masyarakat Australia. Diharapkan melalui Festival Indonesia ini, warga Australia semakin mengenal seni dan budaya Indonesia, semakin menyukai makanan Indonesia dan tentu saja dampaknya adalah tumbuh keinginan untuk berwisata langsung ke Indonesia,” urai Dubes Nadjib.

“Selain itu, kegiatan promosi budaya ini juga untuk menyatukan masyarakat kedua bangsa. Masyarakat Indonesia dan Australia berbeda nilai dan budayanya, tetapi dapat menjadi sahabat karena kedua bangsa semakin saling memahami melalui ajang kebudayaan dan kuliner seperti Festival Indonesia,” lanjut Dubes Nadjib sambil menikmati Soto Banjar yang ditemani istrinya, Nino Nadjib Riphat.

Ditambahkan oleh Dubes Nadjib bahwa Festival Indonesia juga menjadi ajang untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia yang tinggal di Canberra dan sekitarnya sekaligus agar semakin bangga dengan kekayaan budaya dan kuliner yang mereka miliki.

Terlebih lagi, kini berkat diplomasi budaya yang sangat agresif dari KBRI Canberra, semakin banyak masyarakat Australia yang mencintai budaya Indonesia. Hal ini tercermin dari sejumlah pertunjukan kesenian dalam Festival Indonesia, khususnya Gamelan Bali, Tari Saman dan Manuk Dadali, di mana sebagian besar dimainkan oleh orang Australia, termasuk kalangan pelajar. Mereka berlatih secara rutin sehingga dapat tampil prima memainkan irama gamelan Bali yang terkenal sangat rancak dan dinamis, ataupun menari Saman yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Yang tidak kalah apiknya adalah penampilan mahasiswa-mahasiswi Indonesia dan Australia di Canberra ketika memamerkan busana tenun Nusa Tenggara Timur yang merupakan pakaian khas provinsi NTT.

Tari Malang Armor Karnival yang dibawakan secara atraktif oleh penari-penari yang didatangkan secara langsung dari Kota Malang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Festival Indonesia. Tak urung, usai tampil, publik Australia yang kagum dengan kekhasan busana tarian tersebut berebut berfoto bersama.

Mahasiswa Australia yang bergabung dalam Australia-Indonesia Youth Association (AIYA) juga turut memeriahkan Festival Indonesia dengan menjadi sukarelawan untuk menjelaskan berbagai kain tenun dan benda-benda budaya yang dipamerkan.

Selain tari-tarian tradisional lainnya, seperti Tari Pendet Bali, Tari Manuk Dadali, Tari Tor-tor dan musik dangdut yang telah memukau perhatian publik Australia yang selama berjam-jam dengan setia menyaksikan pertunjukan tersebut, Festival Indonesia juga disuguhi beragam masakan khas tanah air yang sangat terkenal di Australia, mulai dari sate ayam, sate padang, gado-gado, pecel, gudeg, nasi goreng hingga jajanan seperti tahu isi dan sosis serta es campur dan es dawet yang ludes diborong oleh para pengunjung.

Salah satu warga negara Australia, Peter dan istrinya dari Sydney, mengaku sangat menikmati perhelatan Festival Indonesia. Menurutnya, banyak pengetahuan baru mengenai kesenian dan kerajinan Indonesia mereka peroleh, khususnya setelah melihat Pameran Budaya Indonesia di Bali Kartini. Mereka berjanji akan kembali hadir dalam acara serupa pada tahun depan.

Pameran Budaya Indonesia yang digelar di Balai Kartini KBRI Canberra menampilkan berbagai koleksi kain, kesenian dan alat-alat musik tradisional, rumah khas hingga busana antara lain dari Provinsi Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Papua, Bali dan Maluku memang berhasil menyita perhatian pengunjung.

“A fascinating introduction to the manifold aspects of Indonesian culture and the most beautiful artefacts,” ujar Anne Kilboch dari Canberra. Pengunjung lainnya, yakni Alice Claya berkomentar: “What an amazing cultural experience!” Sementara Emma yang mengajak serta dua anaknya juga menyampaikan kesannya: “A beautiful and educational experience. Our two boys loved learning and looking at the Indonesian way of life. Well done, we will be visiting Indonesia!”

Rangkaian acara selama Festival Indonesia terdiri dari bazaar makanan dan minuman, musik dan tari, pameran budaya Indonesia dan kids corner dengan aneka mainan anak-anak tradisional Indonesia yang diperkenalkan kepada anak-anak Australia.(kbri/ary)

Sumber:http://www.malang-post.com/nasional/108389-festival-indonesia-di-australia