Digitalisasi Benda Purbakala

0
1210
Penyerahan hasil penelitian berupa buku dan CD aplikasi.

Tujuan didirikannya sebuah museum adalah sebagai sarana menyampaikan informasi kepada pengunjung museum mengenai benda yang dipamerkan. Begitu juga di Museum Sangiran memamerkan benda berupa fosil yang memiliki banyak informasi didalamnya. Dalam menyampaikan informasi mengenai fosil tersebut, di Museum Sangiran menggunakan metode yang konvensional.

Penyerahan hasil penelitian berupa buku dan CD aplikasi.

Maksud tujuan untuk lebih meningkatkan sistem penyebarluasan informasi koleksi dengan teknologi yang up to date, akademisi dari Universitas Sebelas Maret Group Riset Multimedia Fakultas MIPA melakukan penelitian di Museum Sangiran pada tahun 2016. Dan pada tanggal 9 Maret 2017, Bapak Eko Harry Pratisto, S.T., M.Info.Tech selaku Koordinator Group Riset Multimedia, Fakultas MIPA, Universitas Sebelas Maret menyerahkan hasil penelitian kepada Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

Hasil penelitian berupa Aplikasi Desktop Augmented Reality.
Percobaan hasil penelitian menggunakan VR box ruang pamer 3 Museum Sangiran.

Hasil penelitian e-museum yang dikembangkan oleh Bapak Fendi Aji Purnomo, S.Si., M.Eng. yang dibantu mahasiswa Diploma III Teknik Informatika  Group Riset Multimedia diberi nama Digitalisasi Benda Purbakala pada Museum Purbakala Sangiran Kabupaten Sragen menggunakan Augmented Reality dan Virtual Reality Technology. Aplikasi yang dihasilkan tersebut terdiri dari :

  1. Aplikasi Desktop Augmented Reality Museum Sangiran.

Aplikasi ini berjalan menggunakan per angkat komputer/notebook yang memiliki kamera depan. Penggunaan kamera tersebut digunakan untuk memindai lembar yang ada di dalam buku untuk menampilkan informasi berupa visual dan audio.

  1. Aplikasi Android Augmented Reality Ruang 1 dan Ruang 2 Museum Sangiran.

Sebelum menggunakan aplikasi ini, diharuskan menginstal terlebih dahulu di perangkat Android. Penggunaan aplikasi tersebut sudah dapat digunakan pada ruang pamer 1 dan ruang pamer 2 Museum Sangiran.

  1. Aplikasi Virtual Reality Ruang 3 Museum Sangiran.

Sama dengan aplikasi sebelumnya, aplikasi tersebut harus diinstal terlebih dahulu sebelum digunakan. Berbeda dengan aplikasi Android Augmented Reality, Virtual Reality harus menggunakan perangkat bernama VR box untuk membantu penglihatan modelling di ruang pamer 3.

Kedatangan akademisi dari Universitas Sebelas Maret didampingi Bapak Fendi Aji Purnomo, S.Si., M.Eng. bersama mahasiswanya selain untuk menyerahterimakan hasil penelitian, juga untuk melakukan penelitian lanjutan dengan membuat historical Sangiran. Tujuan penelitian ini bermaksud menggunakan teknologi dalam menyampaikan informasi mengenai terjadinya Situs Sangiran dan lingkungan dimasa lalu.

Foto bersama Dosen dan Mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Group Riset Multimedia Prodi Diploma III Teknik Informatika.

Kegiatan diakhiri dengan tanda tangan berita acara serah terima hasil penelitian antar kedua belah  pihak dan dilanjutkan foto bersama. Harapannya dengan hadirnya media interaktif tersebut pihak Museum Sangiran dapat menggunakannya untuk menyampaikan informasi secara inovatif kepada masyarakat dengan catatan tetap mencantumkan hak cipta dari si pengembang yaitu Group Riset Multimedia FMIPA Universitas Sebelas Maret. (PJ)