Semangat Dan Panggilan Revolusi Kisah Dan Kesaksian Tentara Pelajar Di Yogyakarta Dan sekitarnya Pada Tahun 1945-1949

0
2009

Semangat Dan Panggilan Revolusi Kisah Dan Kesaksian Tentara Pelajar Di Yogyakarta Dan sekitarnya Pada Tahun 1945-1949

Oleh: Tashadi

 

Hasil penelitian ini yang berjudul “Semangat Dan Panggilan Revolusi: Kisah dan Kesaksian Tentara Pelajar di Yogyakarta dan Sekitarnya Pada Tahun 1945 – 1949”, adalah merupakan sebuah penelitian awal yang memberikan gambaran tentang kisah perjuangan dan kesaksian pelaku Tentara Pelajar di Yogyakarta dan sekitarnya pada kurun waktu 1945- 1949.

Sebagai latar belakang sejarah diberikan gambaran tentang perjuangan pemuda, pelajar dan mahasiswa pada era pergerakan nasional yang dirintis oleh lahirnya organisasi Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo dkk. Pada 20 Mei 1980. Berbagai organisasi politik, sosial, sosial dan kultural yang lahir dan berkembang pada awal abad 20 di Indonesia ini, kemudian mengkristal dan memucak serta melahirkan “Sumpah Pemuda” pada tanggal 28 Oktober 1928.

Selanjutnya pada masa pendudukan Bala Tentara Jepang di Indonesia (1942 – 1945) para pemuda dan pelajar diberikan latihan perang dan ditanamkan disiplin yang tinggi untuk membantu perang Jepang melawan Sekutu. Namun merupakan bumerang bagi Jepang karena ternyata para pemuda dan pelajar yang telah mendapat bekal kemiliteran dan disiplin yang tinggi berbalik melawan Jepang untuk merebut kemerdekaan. Lahirlah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Untuk mempertahankan Republik Indonesia yang masih berusia muda itu para pemuda pelajar dan mahasiswa mempunyai andil yang sangat besar. Dalam perjuangannya itu mereka tergabung dalam organisasi yang bernama “Tentara Pelajar” adalah merupakan Korps Pasukan Pelajar yang lahir dan berkembang di Indonesia pada masa 1945 – 1949. Walaupun menggunakan nama “Tentara” dan memiliki organisasi seperti ketentaraan (Batalyon, Kompi, Seksi, Regu), namun “Tentara Pelajar” bukan militer dan berstatus kelaskaran, dan bahkan satu-satunya di dunia serta “khas Indonesia”.

Selanjutnya dalam buku ini dikisahkan secara ringkas proses pembentukan dan perkembangan Tentara Pelajar, juga dikisahkan perjuangan Tentara Pelajar di medan pertempuran, antara lain perjuangan Korps Pelajar Imam dan perjuangan dari Tentara Pelajar Kompi 340 Encung. Untuk melengkapi hasil penelitian ini kemudian disertakan beberapa kisah dan kesaksian dari mantan anggota Tentara pelajar yakni: Bapak Sumardjo Sastrowijoto, Ibu Juwariah Suhardi, Bapak Samdhy, dan Bapak Drs. Subaroto, serta pengalaman dan kesaksian Ibu Moertinah Haryana.

Selengkapnya: Patra-Widya, Vol. 3 No. 4, Desember 2002.