Belajar Bersama Maestro di Kota Prabumulih Propinsi Sumatera Selatan

0
924

Prabumulih (BPNB Sumbar) – Kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat di Propinsi Sumatera Selatan tahun 2017 dipusatkan di Kota Prabumulih. Kegiatan berlangsung selama dua bulan dengan kuantitas pertemuan 17 kali melibatkan siswa-siswi sebagai peserta dan beberapa Maestro lokal. Kegiatan ini diadakan di empat sekolah yakni SMP 1, SMP 3, SMP 7 dan SMP 9 dengan melibatkan peserta didik masing-masing sekolah.

Kegiatan BBM di Kota Prabumulih merupakan rangkaian dari kegiatan BBM di wilayah kerja BPNB Sumatera Barat yang terdiri dari Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Adapun tujuan dari kegiatan ini yakni menumbuhkembangkan minat/bakat para siswa serta melestarikan kebudayaan daerah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk berbagi pengalaman para maestro budaya dengan siswa serta mendekatkan siswa dengan budaya daerahnya.

Selain peserta, kegiatan ini juga melibatkan beberapa maestro dalam berbagai bidang yakni Maryati (maestro kuliner), Harnita Agustin (maestro lagu tradisional), Taufik (maestro tari tradisional), dan Albani (maestro kesenian tradisional). Masing-masing Maestro diminta berbagi pengalaman dan kemampuannya ke satu sekolah. Pembagian tugas tersebut yakni kuliner-Maryetti, mengajarkan kepada siswa SMP 3,  maestro lagu tradisional –Harnita Agustin mengajarkan siswa SMP 7, maestro tari tradisional –Taufik mengajarkan siswa SMP 9, dan maestro kesenian tradisional –Albani mengajarkan siswa SMP 1.

Setelah melalui proses latihan dan berbagi pengalaman selama 17 kali pertemuan, maka pada Selasa, 24 Oktober 2017 di halaman SMP 9 Kota Prabumulih kegiatan BBM secara resmi ditutup. Kegiatan penutupan dihadiri oleh perwakilan BPNB Sumatera Barat yaitu  Koordinator Fungsional-Undri, SS.M.Si.

Dalam sambutannya Undri, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting sekali dalam menumbuhkembangkan serta melestarikan kebudayaan daerah, dengan mentransferkan ilmu yang dimiliki oleh para maestri kepada siswa-siswi. Ilmu yang didapat oleh siswa-siswi dapat diterapkan dan ditransfer kepada teman-temannya lainnya. Nilai-nilai dalam kegiatan yang telah diajarkan oleh para maestro menjadi peganggan hidup kedepannya.

Sementara itu Asisten I Sekretaris Daerah Kota Prabumulih Propinsi Sumatera Selatan dalam sambutannya menyampaikan ucapakan terima kasih kepada Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat yang telah melaksanakan kegiatan ini di Kota Prabumulih. Kegiatan ini sangat penting dalam rangka menumbuhkembangkan minat siswa terhadap kebudayaan daerah, dan hal ini sejalan dengan visi dan misi dari Kota Prabumulih.

Terakhir kegiatan menampilkan tari, musik, lagu tradisional dan kuliner dari hasil belajar para siswa selama 17 kali pertemuan tersebut. Harapan kedepan, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah untuk melaksanakannya, dan berguna bagi para siswa-siswi kedepannya.

Kontributor: Undri