Belajar Bersama Maestro Kota Padang Resmi Ditutup

0
771

Padang (BPNB Sumbar) – Setelah berjalan hampir dua bulan, Belajar Bersama Maestro (BBM) Kota Padang secara resmi ditutup. Penutupan dilakukan pada Jumat 27 Oktober 2017 di Ruang Sidang Kantor BPNB Sumbar di Jl. Belimbing Raya, Kuranji, Padang. Acara penutupan secara langsung dilakukan oleh KasubBag Tata Usaha Ibu Titit Lestari. Hadir dalam penutupan tersebut Hendri Yusuf sebagai perwakilan tokoh seni yang dilibatkan dalam kegiatan BBM.

Pada kesempatan tersebut Hendri Yusuf menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi ilmu bagi anak-anak sekolah serta para pegawai BPNB Sumatera Barat. Dia juga mengapresiasi tingginya motivasi para pegawai dalam belajar kesenian tradisional tanpa terhalang usia. Para pegawai bersedia meluangkan sedikit waktu di luar jam kerja untuk belajar. Dia mengaku senang melihat semangat para pegawai dalam latihan.

Selanjutnya dia menambahkan bahwa belajar kesenian membutuhkan proses panjang dan harus berkelanjutan.

Kasubbag Tata Usaha, Titit Lestari dalam sambutannya juga turut senang atas semangat para pegawai. Dia sekaligus menyampaikan terima kasih kepada maestro yang dilibatkan dalam kegiatan. Dia berharap dengan adanya kegiatan ini, pelestarian budaya semakin hari semakin berkembang.

Acara penutupan Belajar Bersama Maestro (BBM) turut memberi apresiasi kepada para pegawai yang progresnya cukup selama latihan. Penilaian ini diberikan oleh instruktur atas kerajinan serta progres latihan yang diperoleh. Sementara penilaian serta apresiasi kepada siswa-siswi yang terlibat dalam kegiatan telah diberikan sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, Belajar bersama maestro di Kota Padang melibatkan siswa-siswa SMA sederajat. Selain melibatkan peserta didik, kegiatan ini juga melibatkan tokoh budaya (Maestro) yang sudah dikenal di Sumatera Barat yakni Mak Katik dan seniman Hendri Yusuf.  Maestro ini didapuk sebagai narasumber utama yang kemudian berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta selama dua bulan atau sekitar 16 kali pertemuan. Para peserta dididik dalam banyak hal seperti tari, randai, alat musik dan sebagainya.