Tenun Ikat Kumpang Ilong Sebagai WBTb Indonesia

0
304

Sebanyak 7 (tujuh) karya budaya Kalimantan Barat telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia Tahun 2020 pada sidang penetapan WBTb yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 9 Oktober 2020 lalu. Dari ketujuh karya budaya tersebut, satu diantaranya yaitu Tenun Ikat Kumpang Ilong.

Kumpang Ilong merupakan nama kampung yang sekarang sudah menjadi Desa dimana tempat asal muasal tenun ikat ini dibuat. Tenun Ikat Kumpang Ilong merupakan tenunan tradisional Kabupaten Sekadau yang diperkirakan sudah berusia kurang lebih 170 tahun. Tenun ikat yang terdapat di Desa/Dusun Kumpang Ilong Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau ini tidak hanya digunakan penduduk dalam kehidupan sehari-hari, terkadang juga digunakan untuk upacara adat, seperti upacara adat pernikahan, gawai, dan sebagainya.

Motif-motif yang terdapat di Tenun Ikat Kumpang Ilong yang telah lama dihasilkan ini beraneka ragam, meliputi :

  1. Motif Pelintang Kiarak. Pelintang dalam Bahasa Indonesia adalah dahan. Sedangkan Kiarak  adalah jenis pohon kayu ara
  2. Motif Daun Wi atau yang disebut dengan danau rotan
  3. Motif Engkrebang Puang. Engkrebang merupakan jenis daun. Sedangkan Puang dalam Bahasa Indonesia berarti kosong
  4. Motif Lingkok Petara. Lingkok diartikan sebagai bengkok, yang dalam Bahasa Indonesia diambil dari lengkungan daun pakis. Sedangkan petara artinya Tuhan.

Untuk membuat Tenun Ikat Kumpang Ilong, pada jaman dahulu benang yang digunakan penenun dihasilkan dari buah pisang kurak atau dikenal dengan buah nenas. Dan untuk menghasilkan warna pada benang, diambil dari daun-daun yaitu daun Engkrebang, daun Engkraput, daun atau batang buah mengkudu, dan Bunyah atau kapur sirih yang digunakan sebagai pelekat. Sedangkan pada saat sekarang, benang yang digunakan sudah menggunakan benang hasil pabrik dan juga pewarna kimia.  

Tenun ikat yang berasal dari Kabupaten Sekadau ini disebut Kumpang Ilong dikarenakan untuk membedakan setiap motif agar tidak tercampur dengan warna dasar kain. Jadi setiap motif kain selalu dibungkus dan diikat terlebih dahulu dengan menggunakan daun Lembak. Sedangkan sekarang untuk mempermudah pekerjaan motif, yaitu dikerjakan dengan dibungkus dan diikat menggunakan tali rapia.