BPCB DIY Gelar Pameran Cagar Budaya Memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia

0
167
Pengunjung menyungging senyum bersama dua pemandu yang mengapit dan mendampinginya menyimak sajian informasi tentang kekayaan cagar budaya yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pameran Cagar Budaya di Taman Pintar Yogyakarta, Kamis (15/8/2019)

   Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kekayaan warisan budaya berupa bangunan bersejarah yang berasal dari berbagai zaman. Mulai dari masa prasejarah, hindu-buddha, islam, kolonial, sampai kemerdekaan. Warisan budaya tersebut tidak serta-merta diwariskan oleh nenek moyang dalam kondisi utuh. Sebagian besar bangunan cagar budaya yang berasal dari era Hindu-Buddha seperti candi dan situs permukiman kuno ditemukan dalam kondisi runtuh, bahkan terpendam tanah akibat terkubur material hasil erupsi  Gunung Merapi selama berabad-abad. Begitu pula bangunan cagar budaya dari masa Islam yang berupa pesanggahan,  banyak yang ditemukan  dalam keadaan rusak.

      Bangunan-bangunan warisan budaya yang masih berdiri hingga sekarang merupakan hasil kerja keras dan perjuangan panjang dari para pelestari cagar budaya. Mereka melakukan pemugaran terhadap bangunan cagar budaya yang rusak. Tujuannya untuk mengembalikan kondisi fisik bangunan cagar budaya guna memperpanjang usianya agar terus lestari keberadaannya.

      Narasi tentang perjuangan putra-putri bangsa Indonesia memugar bangunan warisan budaya  menjadi inti dari sajian informasi dalam pameran cagar budaya bertema “Pemugaran Cagar Budaya: Mengembalikan Warisan Budaya Bangsa” yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta di Taman Pintar Yogyakarta pada 15 s.d. 19 Agustus 2019.

    Dalam pameran tersebut, stan Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta menyuguhkan informasi mengenai proses pemugaran beberapa bangunan warisan budaya, antara lain Candi Prambanan dan Candi Kedulan yang berasal dari peradaban Mataram Kuno abad 9 Masehi. Selain itu juga menampilkan proses pemugaran Pesanggrahan Rejawinangun dan Pesanggrahan Gua Seluman, yang dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono II, raja Kasultanan Yogyakarta. Informasi tersebut disajikan dalam beragam media, yaitu panel informasi, film, dan aplikasi interaktif.

      Pameran tersebut diselenggarakan untuk menyemarakkan “Pameran Pembangunan” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia. Pameran diikuti oleh dinas-dinas di lingkungan pemerintah daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dan satuan kerja beberapa kementerian yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. (fry)

Tinggalkan balasan