Masa Kerajaan Di Bengkulu

Poster ini berjudul “Masa Kerajaan Di Bengkulu”, poster ini dirancang dan didesain dalam rangka kegiatan pameran di Benteng Marlborough oleh BPCB Jambi. Bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Pers Nasional 2014 di Provinsi Bengkulu, dimana puncak kegiatannya dipusatkan di Benteng  Marlborough.

B PCB JAMBI

Materi :

Catatan tertulis yang menceritakan mengenai keadaan Bengkulu dari abad IV hingga abad XII tidak banyak. Namun hal tersebut bukan berarti tidak terdapat peristiwa sejarah yang terjadi di daerah ini. Sekitar abad XII  abad XIII di daerah Bengkulu terdapat kerajaan-kerajaan antara lain:

ØKerajaan Selebar di daerah Pelabuhan Pulau Baai dan Jenggalu.
ØKerajaan Sungai Serut.
ØKerajaan Sungai Lemau di Pondok Kelapa.
ØKerajaan Empat Petulai di daerah Rejang Lebong.
ØKerajaan Indera Pura.
ØKerajaan Sungai Itam di daerah Lebak.
ØKerajaan Gedung Agung dan Manau Riang di Bengkulu Selatan.

 Sampai pada akhir abad XV kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu berada di bawah pengaruh Kerajaan Majapahit yang mengalahkan Sriwijaya pada abad XIII. Dalam periode ini kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu, khususnya di daerah Rejang Lebong, dipimpin oleh para biksu (pimpinan agama Budha) yang datang dari kerajaan Sriwijaya. Pada periode ini di Bengkulu berkembang tulisan asli daerah dengan abjad Ka Ga Nga. Setelah kekuasaan Kerajaan Majapahit mundur pada pertengahan abad XVI kerajaan-kerajaan  di daerah Bengkulu masuk ke dalam pengaruh Kesultanan Banten.

Pada saat Kerajaan Banten berada di bawah kekuasaan Belanda, maka Belanda ingin mengadakan peninjauan terhadap perdagangan lada dan hasil bumi lainnya di Bengkulu. VOC (Veranigde Oost Indische Campagnie) mendarat dan sampai di Kerajaan Selebar pada tahun 1624, selanjutnya VOC mendirikan pos perdagangan pada tahun 1633.  Pada awalnya Kerajaan Selebar memiliki hubungan yang baik dengan Kesultanan Banten (masa pemerintahan  Sultan Ageng Tirtayasa).  Semenjak adanya serangan dari Belanda terhadap Kesultanan  Banten maka Kesultanan Banten dipimpin oleh Sultan Haji yang bekerjasama dengan Belanda. Sejak saat itu perdagangan antara Kesultanan Banten dan Kerajaan Selebar menjadi tidak baik, hal ini disebabkan karena Belanda menerapkan sistem perbudakan di Kerajaan Selebar. Sistem perbudakan yang diterapkan oleh Belanda di Kerajaaan Selebar menyebabkan adanya pemberontakan dari Kerajaan Selebar dan berusaha mengusir Belanda dari Bengkulu.

 Konsep dan desain : Tim Dokumentasi dan Publikasi BPCB Jambi