Indonesia Pimpin Sidang Regional Asia-Pasifik Menuju UNESCO Mondiacult 2022

0
1215
Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid memimpin sidang Pertemuan Regional Asia-Pasifik Menuju UNESCO Mondiacult 2022.

Mengidentifikasi peran baru kebudayaan dalam pembangunan berkelanjutan, Indonesia Memimpin pertemuan sejumlah negara di Asia Pasifik. 

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Indonesia menjadi pemimpin sidang pertemuan regional kawasan Asia Pasifik yang diselenggarakan untuk merancang agenda global yang baru mengenai kebijakan bidang kebudayaan. 

Dalam empat dekade terakhir, tatanan global – termasuk sektor kebudayaan – telah berevolusi secara signifikan. Munculnya isu-isu baru yang menjadi pemecah hubungan antar negara serta berbagai permasalahan global mendorong negara untuk mengadaptasi kebijakan sehingga dapat menjalankan perannya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat global. 

Demikian halnya dengan pandemi COVID-19 yang telah menunjukkan adanya kerentanan bersama pada negara- negara ketika diharuskan untuk menghadapi situasi darurat, dan pada saat bersamaan, tetap mempertahankan keberlangsungan sosial dan ekonomi negaranya. Dalam konteks yang sama, gangguan yang dialami secara luas oleh sektor kebudayaan menunjukkan adanya kebutuhan yang mendesak akan adaptasi dalam sektor tersebut. 

Konferensi Kebijakan Kebudayaan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Persatuan Bangsa-Bangsa (UNESCO World Conference on Cultural Policies) – Mondiacult 2022, dibuka oleh Direktur Jenderal UNESCO dan diselenggarakan oleh Pemerintah Meksiko pada tanggal 28 sampai 30 September 2022. Empat puluh tahun setelah Konferensi Kebijakan Kebudayaan Dunia (Mondiacult) pertama di Mexico City (Meksiko) tahun 1982, dan 24 tahun setelah Konferensi UNESCO tentang Kebijakan Kebudayaan Dunia untuk Pembangunan (UNESCO World Conference on Cultural Policies for Development) di Stockholm (Swedia) tahun 1998, konferensi dunia ini akan membawa momentum baru dalam perkembangan dialog global terkait peran kebudayaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Memasuki Dekade Aksi terakhir dalam upaya memenuhi Tujuan Global Persatuan Bangsa- Bangsa untuk Pembangunan Berkelanjutan (UNSDGs), UNESCO melibatkan negara-negara anggotanya dan masyarakat internasional untuk memulai sebuah refleksi baru mengenai kebijakan kebudayaan yang dapat menyelesaikan permasalahan global seperti ketidaksetaraan, konflik, revolusi teknologi atau perubahan iklim,” ujar Mr. Ernesto Ottone, Asisten Direktur-Jenderal untuk Kebudayaan UNESCO. 

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Makarim menambahkan, wilayah Asia Pasifik merupakan wilayah dengan tingkat keberagaman budaya yang tinggi dimana terdapat 48 negara dengan 17 zona waktu yang berbeda-beda. 

“Melalui kolaborasi regional ini, saya yakin kita akan melangkah maju menuju masa depan berkelanjutan di mana, menggunakan istilah yang digunakan oleh Mr. Ernesto Ottone, manusia dan kebudayaannya diletakkan sebagai inti dari pembangunan,” ujar Nadiem Makarim. 

Lima pertemuan regional rencananya diselenggarakan antara Desember 2021 dan Februari 2022 sebagai persiapan menuju Mondiacult 2022. Indonesia sendiri dipercaya memimpin proses koordinasi untuk kawasan Asia Pasifik yang merupakan salah satu kawasan terluas dengan keberagaman terbanyak di dunia. Pada pelaksanaannya nanti para menteri dan pejabat senior negara, serta organisasi-organisasi internasional antar negara dan non-negara terkemuka di kawasan, bertemu secara daring selama dua hari untuk mengidentifikasi tren utama, permasalahan dan area prioritas kebijakan kebudayaan. 

Artikel SebelumnyaTransformasi Pengelolaan Cagar Budaya Melalui Peraturan Pemerintah No.1 Tahun 2022
Artikel BerikutnyaFasilitasi Bidang Kebudayaan 2022 Akan Segera Dibuka