Kembali Tampil di Istana Merdeka, Konduktor Wanita Pertama pimpin GBN 2022

0
3230
Konduktor, Nathania Karina, memimpin pelatihan tim orkestra Gita Bahana Nusantara.

Peserta Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara mulai menjalani pemusatan latihan yang akan berlangsung kurang lebih selama 14 hari, setelah tiba di Wisma Kinasih, Depok, 6 Agustus 2022. Pelatihan dibagi menjadi 2 tahap. Latihan Seksional yakni Sopran, Alto, Tenor dan Bass untuk Paduan Suara dan String, Tiup dan Perkusi untuk Orkestra, dan latihan gabungan dari Paduan Suara dan Orkestra yang dilaksanakan pada malam hari. Panitia yang terdiri dari Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Pengasuh dari YANMA Polri, LO dan tim kesehatan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga fisik dan psikis para peserta, agar terus prima hingga pergelaran selesai dilakukan. 

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan turut menyampaikan semangat untuk memotivasi seluruh peserta GBN dalam menjalani pemusatan latihan. “Setelah 2 tahun penantian dan harus menyesuaikan diri tampil secara virtual, Alhamdullilah tahun ini kita dapat tampil kembali secara langsung di Istana Merdeka. Mudah-mudahan seluruh peserta dapat berlatih sungguh-sungguh dan maksimal, terutama menjaga kesehatannya, agar dapat memberikan yang terbaik saat 17 Agustus nanti.” kata Restu Gunawan, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan. 

Dengan total 199 peserta yang terdiri dari 68 peserta orkestra dan 131 peserta paduan suara yang telah melalui proses seleksi ketat di tingkat provinsi. Gita Bahana Nusantara 2022 mendapat kehormatan untuk tampil di Istana Merdeka saat pengibaran dan penurunan sang saka merah putih. GBN hadir di upacara kemerdekaan sebagai representasi putra-putri bangsa yang memiliki talenta di bidang musk dan vokal. “GBN tidak sekedar paduan suara dan orkestram namun juga sebagai wadah pembentukan karakter dan bentuk rasa cinta terhadap tanah air, yang disajikan saat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, yang tahun ini menginjak usia 77 tahun.” kata Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek.

Ada yang berbeda dari tampilan GBN 2022, di mana tahun ini konduktor yang akan memimpin pergelaran GBN adalah Nathania Karina atau yang akrab disapa Nia, lulusan University of Melbourne dengan gelar ganda Pertunjukan Piano dan Pendidikan Musik. Mendapat amanah menjadi konduktor wanita pertama untuk pergelaran GBN membuatnya merasa sangat senang, bangga dan bersemangat untuk bertemu dengan anak-anak dari 34 provinsi di Indonesia. “Selama menjalani pemusatan latihan hingga hari ini, saya merasa tidak ada kendala sama sekali. Saya malah sangat bersemangat setiap mengawali hari latihan dengan mereka. Menurut saya GBN ini versi mini Indonesia, kapan lagi kan bisa kenal anak-anak dari berbagai provinsi dalam satu waktu?” ujar Nathania saat disambangi di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat.  

Berbagai persiapan ia lakukan setelah menerima kabar akan bertindak sebagai konduktor di pergelaran GBN tahun ini, seperti pelatihan teknis dan juga mental. Ia merasa bertamu ke GBN, kegiatan yang sudah established. Ia melakukan riset singkat tentang GBN hingga menonton berbagai pertunjukkan GBN di youtube. Bertemu dengan anak muda di pemusatan latihan, Ia berpesan agar seluruh peserta harus menjaga diri terutama kesehatan hingga pergelaran nanti. Mereka harus berbangga sudah bisa terpilih untuk tampil di Istana Merdeka, di hadapan berbagai tamu kehormatan, terutama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Tahun ini Gita Bahana Nusantara atau yang biasa disingkat GBN akan menyanyikan total 17 lagu di Istana Merdeka dan Gedung DPR/MPR. Salah satu yang menarik ialah Medley Nusantara yang akan disajikan dengan koreografi apik dan indah. Medley Nusantara adalah aransemen dari berbagai lagu daerah yakni Indung-Indung, Tutu Koda, Bindhe Biluhuta, Sang Bumi Ruwa Jurai, Lir Sa’alir, O, Ulate dan E Mambo Simbo. 

Artikel SebelumnyaKenduri Swarnabumi – Ekspedisi Sungai Batanghari: Menyusur Sungai, Merekat Ketersambungan Warisan Budaya Indonesia
Artikel BerikutnyaMemajukan Ekosistem Konten Budaya melalui Festival Indonesia Bertutur 2022