Press Release Pameran Daring Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara – ARUS TIMUR

0
94
Poster Arus Timur

Galeri Nasional Indonesia (GNI) bersama Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara menggelar Pameran Daring Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara “Arus Timur” mulai 4 Desember 2020 di laman galnasonline.id. Dikuratori Citra Smara Dewi, Heru Hikayat, dan Yusuf Susilo Hartono pameran ini menampilkan 25 karya berupa lukisan pada kanvas dan kertas, patung, sketsa, mural pada tembok, gerabah, kaligrafi Islam, relief, dan batik tulis dari 23 perupa yang tergabung dalam Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara dan 2 perupa undangan tim kurator.

Pameran Daring Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara “Arus Timur” memiliki keterkaitan dengan salah satu program andalan GNI yakni Pameran Seni Rupa Nusantara, yang memang fokus pada keterwakilan perupa-perupa di daerah dalam kancah seni rupa nasional. “Di sinilah frasa “Arus Timur” cocok untuk dijadikan tema pameran ini karena ingin menggarisbawahi Komunitas Seni TORANG sebagai representasi dari medan sosial seni rupa sekaligus melihat dinamika perkembangan seni rupa di Sulawesi Utara,” kata Heru Hikayat.

Nama Sulawesi Utara dalam kamus seni rupa Indonesia modern memang masih minim disebut. Padahal menurut studi dari Drs. Jerry Manus M.Sn. dan Drs. Meyer Matey, M.Sn. Tenaga Pengajar Seni Rupa, Universitas Negeri Manado (UNIMA) bahwa pada abad ke-19 sudah ada nama Paulus Najoan dan Frederik Kasenda yang menjadi perintis seni rupa di Sulawesi Utara. Lalu kemudian ada sosok Henk Ngantung (1921-1991), salah seorang tokoh seni rupa Indonesia kelahiran Tomohon. Menurut Yusuf Susilo Hartono, selain ketiga nama tersebut, pertumbuhan seni rupa Sulawesi Utara kemudian dilanjutkan oleh para penerus yang muncul baik dari kalangan akademisi lokal, akademisi asal Jawa, hingga generasi muda yang terdiri atas beragam latar belakang, namun punya semangat yang sama, yakni berkarya untuk kemajuan seni rupa Sulawesi Utara.

Karena itulah Pameran Daring Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara “Arus Timur” merupakan upaya untuk merangkai benang merah perkembangan seni rupa di Sulawesi Utara. Citra Smara Dewi menemukan tiga hal menarik yang bisa dicermati dari karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini, yaitu: eksplorasi material, media, dan teknik yang tak lagi sebatas cat minyak/akrilik pada kanvas; potensi kelokalan yang kuat dari setiap karya yang mencerminkan potensi geografi, demografi, dan sejarah Sulawesi Utara; dan nilai spiritual yang dianut masyarakat Sulawesi Utara sebagai gagasan berkarya dan kesadaran dalam menyikapi kehidupan.

Dituturkan oleh Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto, bahwa Pameran Daring Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara ini adalah sebuah prestasi bagi Komunitas Seni TORANG yang baru berusia dua tahun. “Galeri Nasional Indonesia tentunya mendukung pameran ini sebagai upaya Komunitas Seni TORANG untuk menunjukkan geliat keseniannya dan mengukuhkan perannya dalam kancah seni rupa Sulawesi Utara dan bahkan nasional,” kata Pustanto. Digelarnya pameran ini secara daring sebenarnya memberikan manfaat yang besar, yakni memungkinkan pameran ini dilihat oleh publik yang lebih luas, di manapun dan kapanpun, sehingga pameran ini dapat menjadi media representasi karya-karya para perupa di Sulawesi Utara kepada publik lintas batas benua. Sehingga bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak dan memotivasi para perupa untuk terus berkarya.

PERUPA
23 perupa anggota Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara
2 perupa undangan

KARYA
25 karya berupa lukisan di atas kanvas dan kertas, patung, mural pada tembok, relief, kaligrafi Islam, gerabah, dan batik tulis

KURATOR
Citra Smara Dewi
Heru Hikayat
Yusuf Susilo Hartono

PEMBUKAAN
Jumat, 4 Desember 2020
Pukul 19.00 WIB / 20.00 WITA
via Zoom http://bit.ly/Pembukaan_Arus_Timur
dan live Facebook Galeri Nasional Indonesia https://bit.ly/liveFB-Arus-Timur

PAMERAN
Mulai 4 Desember 2020
di https://galnasonline.id/

TINGGALKAN KOMENTAR