Hari Ini, Mengingat Wafatnya Raden Saleh

0
40
Sumber foto: KITLV Leiden/Woodbury & Page

Pada hari ini 141 tahun yang lalu, 23 April 1880, Raden Saleh wafat di kediaman terakhirnya di Bogor. Prosesi pemakamannya tiga hari kemudian mendapatkan perhatian yang besar dari publik seperti yang dilaporkan oleh Koran Java Bode 28 April 1880: “… Pada hari Minggoe tanggal 26 April djam 6 pagi maitnya Raden Saleh diiringi oleh banjak toean-toean ambtenar, kandjeng toean Assistant, toean Boetmy dan lain-lain toean tanah, hadji-hadji, satoe koempoelan baris bangsa Islam, baik jang ada pangkat jang tiada berpangkat dan orang Djawa, sampe anak-anak Djawa dari Landbouwschool semoea anter itoe mait ke koeboer”.

Hari wafatnya Raden Saleh sempat diajukan sebagai Hari Seni Rupa Nasional melalui upaya petisi, namun hingga saat ini keputusannya belum ditetapkan. Kita tidak bisa menafikkan peran penting Raden Saleh bagi awal dan perkembangan seni rupa modern Indonesia. Terima kasih, Raden Saleh!

 

——

141 years ago today on 23 April 1880, Raden Saleh died at his residence in Bogor. His funeral ceremony three days later got an attention from public as reported on Koran Java Bode 28 April 1880: “…On Sunday, 26 April at 6 AM, Dutch officials, resident assistants, Mr. Boetmy, landlords, hadji-hadji, Islamic group, people with or without title, Javanese people, also Javanese children from Landbouwschool were there to accompany Raden Saleh’s body to the burial”.

Raden Saleh’s death day once was proposed in a petition as a National Art Day, but no decision until now. We cannot deny the important role of Raden Saleh in the early development and development of modern Indonesian art. Thank you, Raden Saleh!

Sumber/source: Suwarno Wisetrotomo, Hibriditas Raden Saleh, makalah seminar, 2013.

TINGGALKAN KOMENTAR