Yuk, Patuhi Tata Tertib Mengapresiasi Pameran

0
2972
Pengunjung memadati Pameran Tetap Koleksi GNI (Koleksi Negara)
Pengunjung memadati Pameran Tetap Koleksi GNI (Koleksi Negara).

Galeri Nasional Indonesia (GNI) sebagai lembaga yang memiliki tugas dan fungsi salah satunya melaksanakan pameran, edukasi, dan publikasi karya seni rupa semakin populer di kalangan anak muda. Terbukti dengan jumlah pengunjung yang mengapresiasi pameran yang digelar di GNI meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2013, pengunjung di GNI sebanyak 65.804 pengunjung. Pada tahun 2014 meningkat sekitar 69,97% menjadi 109.873 pengunjung. Tahun 2015 per 1 Desember, jumlah pengunjung juga meningkat menjadi 115.863 pengunjung. Sebagian besar dari pengunjung tersebut adalah kalangan anak muda.

Tingginya minat apresiasi seni rupa dari generasi muda tersebut tentu menyegarkan nafas dunia seni rupa. Pewarisan kecintaan dan pelestarian terhadap karya seni rupa pun dapat dilakukan dengan lebih lancar. Namun hal tersebut perlu didukung dengan kesadaran para pengunjung untuk mematuhi tata tertib dalam mengapresiasi pameran. Tata tertib tersebut diinformasikan kepada pengunjung saat registrasi.

Seperti dalam Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia (Koleksi Negara) yang digelar di Gedung B GNI lantai 2, saat melakukan registrasi, petugas registrasi mengiformasikan seluruh tata tertib mengapresiasi pameran. Diantaranya tidak diperkenankan membawa tas, topi, kacamata hitam, jaket, makanan/minuman, kamera, tongkat narsis (tongsis), tidak menggunakan flash kamera handphone, dan tidak menyentuh karya. Selain itu, pengunjung juga diimbau untuk tidak terlalu dekat atau menempel pada karya, terutama saat berfoto.

Tata tertib ini penting untuk disadari dan dipatuhi untuk melindungi karya seni rupa dari tindakan yang mengarah ke perusakan. Apabila suatu karya seni dihargai, dilindungi, dan dilestarikan masyarakatnya, maka tak hanya karya seni rupa tersebut yang menjadi warisan budaya bagi generasi mendatang, namun juga narasi sejarah yang diusung karya tersebut juga menjadi gambaran sejarah bagi generasi penerus bangsa untuk mengenal asal-usulnya.

*dsy/GNI