Topeng Banjet

0
3394

Saat ini seniman Topeng Banjet kurang populer karena para pemain banyak yang belum menguasai bahasa Indonesia dengan baik. Padahal Karawang berada dekat ibukota Jakarta. Oleh karena itu, hanya pada penonton yang mengerti bahasa sunda saja yang dapat menikmati kesenian topeng banjet ini.

Pola gerak tarian topeng banjet sangat dinamis. Gerakan mulai dari tangan, kaki dan badan seolah menyatu dengan irama tetabuhan yang lebih banyak didominasi pukulan gendang. Saat tempo irama lambat merayap, jemari lentik kecilnya terus bergerak meningkahi lenggang tubuhnya. Sesekali jari jemari itu menyatu dan mengepal melipat di balik punggungnya dan hanya mimik wajahnya mencoba larut dalam alunan nyanyian sinden.

Topeng banjet yang lucu dan sangat menghibur karena banyak guyonan di dalam penampilannya kini banyak dikemas atau dikolaborasikan dengan bentuk kesenian modern. Hal ini ditunjukan oleh seniman-seniman dari grup Daya Asmara dari Kabupaten Karawang yang menampilkan Topeng Banjet.

Peluang seni topeng banjet sebagai aset wisata Kabupaten Karawang tampaknya terbuka lebar. Hal ini dibuktikan saat penampilan topeng banjet dari Lingkung Seni Pusaka Wangi pimpinanj Abah Aho dari Kampung Jatimulya, Desa Wanakerta Kecamatan Telukjambe Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Waditra topeng banjet terdiri dari: bonang, kecrek, gong, kendang, dan rebab. Juga disisipi tarian ketuk tilu. Adapun daerah persebaran meliputi Karawang Utara, Parungpung. Di antara seniman topeng banjet, terdapat Emas Binti Sapar, Ali Saban, dan Mang Askin. Emas binti Sapar alias Bi Ijem mulai terkenal sebagai pelawak setelah bergabung dengan Ali Saban (almarhum) dan Mang Askin, yang juga pelawak topeng banjet pada era 80-an. Saat belum marak organ tunggal dan layar tancap dan sinetron, kesenian topeng banjet, jaipongan dan wayang golek di karawang sering ditampilkan ditempat hiburan pesta hajatan. Sementara bioskop merupakan hiburan satu-satunya di kota kecamatan maupun kota kabupaten.

Ali Saban, tokoh kesenian topeng banjet ini, meninggal pada belasan tahun lalu. Emas binti Sapar, 50, yang terkenal dengan sebutan Bi Ijem, pada Sabtu malam (5/5) meninggal dunia di rumahnya di Kampung Gokgik Desa Lemah Mulya, Kecamatan Majalaya. Beliau meninggal karena telah sekian lama mengidap penyakit penyakit tumor.

*

Topeng Banjet sudah muncul kurang lebih sejak 1900 atau awal abad ke-20. Nama Topeng Banjet itu sendiri belum diketahui secara pasti memiliki arti apa, namun nama kesenian topeng, khususnya dari daerah Karawang seperti Topeng Banjet, Topeng Ali, Topeng Asmu, Topeng Korang, biasanya diidentikkan dengan tokoh yang mempelopori atau memperkenalkan kesenian topeng tersebut. Hanya saja penamaan topeng Banjet memiliki sejarahnya tersendiri.

 

 

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201900938

Nama Karya Budaya :Topeng Banjet

Provinsi :Jawa Barat

Domain :Seni Pertunjukan

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda