Suliikng Dewa, Masyarakat Tonyooi memiliki beragam upacara

0
331

Dalam kehidupan masyarakat Tonyooi memiliki beragam upacara ritual yang saling berkaitan dengan kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian , upacara ritual tersebut antara lain adalah Belian dan ritual kematian.

Pada upacara penyembuhan , Suling Dewa digunakan sebagai medium pemanggil atau mempercepat datangnya para roh nenek moyang. Suling Dewa akan dibunyikan pada awal upacara sesuai  dengan keyakinan yang dimiliki oleh masyarakat setempat, suling sebagai pemanggil roh. Menurut Damianus Nyut, para roh nenek moyang senang ketika ada bunyi-bunyi dari Suling Dewa yang dimainkan untuk memanggil  mereka, maka Suling Dewa dipercaya untuk mempercepat datangnya para roh untuk melakukan  pengobatan terhadap manusia atau anggota keluarga yang sakit.

Kehadiran Suling Dewa dalam konteks ritual sangat penting sebagai pembingkai struktur musik. Suling Dewa menjadi pembungkus dari musik  ritual yang harus dibunyikan untuk satu tujuan menghubungkan antara manusia dengan roh nenek moyang yang ada ditempat lain. Karena itu  Suling Dewa selalu dihadirkan dalam setiap upacara ritual penyembuhan orang yang sakit, Suling Dewa  menjadi bagian yang penting dalam upacara ritual belian. Bunyi-bunyian yang dihadirkan  adalah sebagai upaya menunjukkan pengharapan kepada kekuatan tertinggi untuk meminta pertolongan atau meminta kesembuhan, bunyi-bunyian dari Suling Dewa  berfungsi untuk mempercepat datangnya roh para dewa  yang akan melakukan pengobatan biasanya Pemeliant akan mengalami trance, selama  trance itulah para roh yang dipanggil melakukan  pengobatan  ada yang dengan cara menghisap beberapa bagian  tubuh pasien sehingga penyakit  diyakini keluar  dari tubuh orang yang sakit. Dalam proses sang dukun melakukan pengobatan, musik juga dipukul atau ditabuh dengan tempo yang cepat dan keras dan semakin keras. Musik pada saat itu memberi semangat  bagi roh yang sedang melakukan  penyembuhan atau pengangkatan penyakit dari dalam tubuh orang yang sedang sakit. Dalam hal ini music juga memberikan stimulasi terhadap emosi ,  pemeliant merupakan subjek yang sepenuhnya mempresentasikan emosinya atas music yang disajikan selama ritual berlangsung  melalui ekspresi geraknya. Di sisi lain Pemeliant  juga  merupakan  orang yang mengatur atau mengijinkan pada bagisn mana dalam ritual music dibunyikan ataupun dihentikan.

Suling dewa pada awalnya digunakan untuk ritual yang berfungsi untuk mengundang atau menghadirkan roh leluhur dan para Dewa. Hal ini terjadi karena masyarakatnya masih meyakini hal-hal yang bersifat gaib, yang terkadang tidak logis. Seiring perkembangan jaman maka Suling Dewa mengalami pergeseran fungsi, dari ritual menjadi sarana hiburan. Terjadinya perubahan fungsi pada suling Dewa dipicu oleh adanya factor-faktor yang dating dari dalam  dan dari luar kesenian. Faktor internal dating dari pelaku seni sendiri sedangkan untuk factor eksternal muncul dari perkembangan teknologi, pariwisata dan kemajuan tingkat Pendidikan masyarakatnya, bisa dikatakan bahwa terjadinya perubahan fungsi Suling Dewa merupakan salah satu bentuk proyeksi pola adaptasi perubahan lingkungan dan tingkat intelektual masyarakatnya. Perubahan pada lingkungan dan masyarakat akan berdampak pada perubahan besar unsur-unsur kebudayaan, sebagai sebuah produk budaya kesenian harus fleksibel menyesuaikan diri untuk eksistensinya. Inabilitas dalam menghadapi perubahan, pada kenyataannya membawa kesenian pada pembuangan, karena sudah tidak bernilai lagi kehidupan masyarakat.

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201901029

Nama Karya Budaya :Suliikng Dewa

Provinsi :Kalimantan Timur

Domain :Seni Pertunjukan

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda

TINGGALKAN KOMENTAR