Noken sebagai Makna Sosial

0
2901

Noken sebagai Makna Sosial

Noken memiliki makna sosial yang terkait dengan hubungan antara sesama warga masyarakat, warga dengan mempinnya, serta warga satu komunitas suku dengan warga komunitas suku lainnya. Noken dapat menjadi identitas sosial sebuah komunitas suku karena mencirikan asal suku seseorang. Orang Papua data dilihat asal-usul kesukuannya dengan melihat bentuk dan ciri khas noken yang dikenakan. Noken Asmat misalnya, berbeda bentuk dan cirri khasnya dengan Noken Wamena; begitu pula noken paniai berbeda dengan noken dari Biak, dan sebagainya. Jadi bentuk dan cidi khas noken ini dapat berfungsi sebagai ikatan sosial suatu suku di Papua. Seorang warga suatu suku di Papua. Seorang warga suatu suku dapat mengenali warga lainnya yang sesuku berdasarkan noken yang dibawa atau dikenakan dalam masyrakat Papua. Sebagai penanda status sosial, noken berfungsi mengatur hubungan warga masyarakat antara pemimpin dan yang dipimpin. Kedududkan sosial seseorang dapat dilihat dari noken yang dikenakan. Noken yang dikenakan kepala suku misalnya berbeda dengan noken yang dikenakan oleh warga biasa. Seseorang yang  telah menggunakan noken kepala suku harus dapat berprilaku layaknya seorang pemimpin yang dapat mengayomi dan berlaku adil bagi masyarakatnya. Sebaliknya, warga masyarakat umumnya akan menggunakan noken untuk kalangan rakyat biasa sesuai dengan kedudukan mereka dalam suatu komunitas suku. Seorang warga biasa tidak mungkin mengenakan noken yang seharusnya dipakai oleh kepala suku. Hal itu menunjukkan ada pemahaman yang baik pada carga masyarakat mengenai kedudukan sosial seseorang melalui simbolisasi noken.

Noken dapat pula dimaknai sebagai simbol kebersamaan dan tolong-menolong karena seseorang yang memiliki sesuatu dalam noken itu dapat membagikannya kepada sesama yang memerlukan. Sebagai simbol sosial untuk berbagi dengan sesama, noken sekaligus mengandung makna pengakuan atas hak milik seseorang. Masyarakat Papua sangat menghargai hak milik seseorang dan bersikap hati-hati terhadap segala sesuatu yang menjadi hak milik orang lain, termasuk terhadap benda-benda yang terdapat di dalam noken. Walau terlihat jelas oleh orang lain, benda-benda dalam noken tetap aman di tangan pemiliknya. Artinya, orang Papua sangat menghargai hak milik bahkan ikut menjaga kepemilikan orang lain dengan tidak menginginkan barang milik orang lain. Noken mengingatkan mereka akan pentingnya penghargaan terhadap kejujuran dan pengakuan atas kepemilikan suatu barang.

Secara sosiologis, noken memperkuat interaksi sosial di antara kaum perempuan―para mama―Papua pembuat noken. Di beberapa daerah, banyak dijumpai para mama membuat noken bersama di suatu tempat. Hal itu sebetulnya untuk mengusir rasa malas dan bosan apabila dikerjakan secara sendiri-sendiri. Dengan bekerja bersama maka satu sama lain saling memberikan semangat apabila rasa bosan mulai datang sehingga pekerjaan membuat sebuah noken terselesaikan. Dalam kegiatan ini, berbagai percakapan bermunculan, mulai dari hal-hal yang ringan hingga keluhan mengenai suatu masalah. Sering kali berbagai masalah kehidupan perempuan Papua terpecahkan ketika mereka bersama-sama membuat noken.

-Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya-