Melalui Kande, Kemdikbud Dukung Program UK National Tour 2015 – Discover Indonesia

0
980

Penampilan kelompok musik Kande saat konferensi pers program UK National Tour 2015-Discover Indonesia
Penampilan kelompok musik Kande saat konferensi pers program UK National Tour 2015-Discover Indonesia

JAKARTA – Program UK National Tour 2015 bertajuk Discover Indonesia tercetus dari kerjasama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (dulu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dengan British Council. Tiga kelompok kesenian yang dipilih oleh pihak pengelola festival dari Inggris Raya, Papermoon Puppet Theatre (Yogyakarta), tari klasik Soerya Soemirat (Mangkunegaran, Surakarta), dan grup musik etnik-rock Kande (Aceh) dijadwalkan untuk tampil di gedung-gedung kesenian bergengsi di Inggris raya. Cryptic diGlasglow – Skotlandia; Southbank Centre di London – Inggris; dan Wales Millenium Centre di Cardiff – Wales akan menyambut kehadiran tiga grup kesenian tersebut. Bahkan grup musik Kande dan Papermoon Puppet Theater dijadwalkan untuk tampil juga di C-Venues, Edinburgh Festival Fringe di Edinburgh – Skotlandia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan khususnya Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya turut memberikan dukungan. Program tersebut dinilai dapat meningkatkan persahabatan dengan Inggris Raya melalui kebudayaan. Hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi salah satu direktorat di Ditjen Kebudayaan, yaitu Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya untuk melakukan diplomasi budaya.

Grup musik Kande didukung secara khusus oleh Kemdikbud karena merupakansatu-satunya grup musik etnik dengan instrumen tradisi kuno, warna vokal dan nuansa spiritual Islam yang kuat. Beranggotakan 10 orang, kande akan merepresentasikan seni tradisi Indonesia yang bersifat adi luhung, sekaligus unik dan tak kalah berdaya saing dengan bentuk kesenian kontemporer Indonesia. Disamping alasan di atas, Kande juga akan tampil di salah satu festival bergengsi di luar negeri, Edinburgh Festival Fringe.

Saat ini program fasilitasi kegiatan kebudayaan di luar negeri memberikan fokus tersendiri pada festival-festval bergengsi internasional. Rangkaian festival Edinburgh merupakan salah satu diantara festival bergengsi yang telah ditentukan oleh tim kurator festival kebudayaan bergengsi di luar negeri. “Sebelumnya, kami telah memberikan dukungan bagi seniman untuk tampil di Cannes Film Festival dan Venice Biennale untuk bidang seni rupa, festival-festival besar yang sangat bergengsi di bidangnya masing-masing. Kami memberikan perhatian khusus pada festival-festival bergengsi di luar negeri karena dapat menjadi wadah yang strategis untuk melaksanakan diplomasi Indonesia melalui kebudayaan”, kata Kacung Marijan, Direktur Jenderal Kebudayaan.

Edinburgh Festival Fringe yang merupakan rangkaian festival internasional di Edinburgh adalah festival seni terbesar dan tertua di dunia. Ribuan karya seni yang beragam dari berbagai negara ditampilkan di lebih dari 250 lokasi pertunjukan. Diselenggarakan pada saat musim panas, Edinburgh Festival Fringe telah menjadi agenda wisatawan dan presenters seluruh dunia. Edinburgh Festival Fringe adalah pasar seni internasional raksasa tahunan.

Festival-festival bergengsi yang ditentukan antara lain: Cannes Film Festival, Venice Film Festival dan Berlin Film Festival untuk kategori film. Festival internasional di Edinburgh, yang tahun ini diwakili oleh Edinburgh Festival Fringe, serta Seoul International Dance Festival mewakili kategori seni pertunjukan. Festival besar yang bergengsi di bidangnya ini diagendakan untuk diikuti oleh Indonesia setiap tahunnya. Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan terus berusahan dan memberikan dukungan bagi seniman dan pelaku budaya untuk hadir dalam festival-festival tersebut.

Baru saja, kemdikbud mendapat berita membanggakan bahwa salah satu sineas tanah air, Joko Anwar dengan film “A Copy of My Mind” masuk dalam Venice Film Festival untuk kategori in competition bersanding dengan film-film besar Hollywood. Menyambut berita tersebut, saat ini Kemdikbud melalui Ditjen Kebudayaan tengah mengupayakan pendukungan untuk film “A Copy of My Mind” dalam Venice Film Festival 2015.

Melalui keikutsertaan Indonesia pada festival-festival bergengsi di luar negeri, Indonesia dapat menunjukan eksistensinya di kancah internasional. Wadah berupa festival kebudayaan bergengsi dapat menjadi tempat yang strategis bagi Indonesia untuk melakukan diplomasi budaya. Satu tempat, satu festival, jutaan masyarakat internasional mengenal Indonesia.