Marsius Sitohang

0
1960

Marsius Sitohang adalah seorang seniman tradisional Batak Toba. Jalur pendidikan resmi yang hanya ditempuh sampai kelas 2 Sekolah Rakyat harus membuatnya tidak dapat membaca ataupun menulis, namun keahliannya dalam bermusik sudah tidak dapat disangkal lagi. Keahlian Marsius memainkan alat musik terutama seruling sudah terlihat sejak kecil. Marsius kecil kerap mengabiskan waktunya memainkan seruling dan belajar secara otodidak maupun kepada orang-orang di kampungnya, Palipi.

Pada suatu ketika, Marsius diundang dalam sebuah seminar tentang musik tradisional yang diadakan di Taman budaya Medan, pada kesempatan itu Marsius beserta 5 orang pemain musik tradisional lainnya diperkenankan tampil. Setelahnya, Marsius diperkenalkan kepada Rizali Siagian, yang adalah salah satu ketua jurusan di Fakultas Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara dan kemudian diminta untuk mengajar praktek di Fakultas Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara. Sejak diangkat menjadi dosen di sana pada 1984, nama Marsius pun semakin dikenal luas. Harian terkemuka Amerika Serikat The New York Times edisi 19 November 1991 bahkan pernah mempublikasikan pertunjukan Marsius dengan sesama pemusik tradisional lainnya. Termasuk dengan adiknya, Sarikaran Sitohang, yang selalu diajak Marsius sebagai pemusik pengiring.