Growol

0
78

Menurut sejarah, pada tahun 1814 di Serat Centhini Jilid V, Pupuh 349 Bait 25-29 menceritakan makanan sayur besengek yang pada umumnya dihidangkan dengan nasi. Akan tetapi oleh masyarakat Kulon Progo sayur ini dihidangkan bersama dengan Growol. Selain adanya sayur besengek, Growol juga menjadi rekan dari Pentho yang bahannya dari kelapa muda dan telur. Kemudian kethak yang berbahan dasar baku endapan dari pengolahan minyak kelapa.

Growol menjadi makanan khas Kulonprogo. Kondisi alam kulonprogo yang memiliki areal tanah dengan kadar air yang rendah memungkinkan menjadi sumber bahan baku pembuatan growol dengan baik. Tekstur keras ketela mempengaruhi kualitas growol karena jika ketela yang digunakan menggunakan banyak air hasil growol akan lebih cepat basi dan bau.

Cara membuat makanan ini yakni umbi ketela pohon, ubi kayu, atau singkong (manihot utilissima) dikupas kulitnya kemudian direndam selama tiga hari berturut-turut. Setelah tiga hari kemudian dicuci hingga bersih kemudian digiling yang selanjutnya dikukus dan dikemas dalamplastik ataupun keranjang bambu. Berdasarkan penelitan yang dilakukan oleh Suharni (1984), growol yang telah mengalami fermentasi alami ini menumbuhkan mikroba Coryneform, Streptococcus, Bacillus, Actinobacter yang kemudian diikuti oleh Lactobacillus dan yeast hingga akhir fermentasi.

Rasa growol memang terasa hambar tanpa ada rasa asin maupun manis namun biasanya growol tersebut dinikmati dengan makanan pendamping yakni yang disebut ketak dan pento yang terbuat dari kelapa. Pada zaman dulu, growol menjadi makanan petani sebagai pengganti nasi saat mereka memanen padi di sawah atau saat musim paceklik (krisis pangan).

Growol ini dapat dimanfaatkan sebagai pangan pokok alternatif pengganti beras, namun kadar proteinnya lebih rendah daripada beras. Growol menjadi alternatif pangan yang dapat menjadi pengganti nasi. Disinilah growol memiliki peran sebagai lumbung ketahanan pangan di Kulonprogo.

 

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201900956

Nama Karya Budaya :Growol

Provinsi :DI Yogyakarta

Domain :Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda

TINGGALKAN KOMENTAR