Gangan Buntal Darat

0
386

Secara umum, Buntal Darat dianggap sebagai makanan yang beracun sehingga dapat menimbulkan keracunan, bahkan menghilangkan nyawa. Namun, bagi masyarakat Lintang hal tersebut tidaklah berlaku, sebab sejak masa yang sangat lama sudah dikonsumsi.

Ada anggapan narasumber bahwa penyebab Buntal Darat di Sungai Lenggang aman dikonsumsi karena airnya tidak bercampur dengan air laut juga karena airnya yang masih bersih tidak terkontaminasi oleh limbah baik tambang maupun rumah tangga. Namun, ada juga menduga yang berkaitan dengan akar Rasau yang berfungsi sebagai filter alami yang dapat menjaga ekosistem Buntal Darat tetap terjaga. Masyarakat hanya mengadalkan pengalaman tradisional dari masa lalu, meskipun belum ada penelitian ilmiah yang mengungkapnya, sehingga mereka berkesimpulan jika hewan air ini memang layak konsumsi.

Masyarakat hanya mengonsumsi Buntal Darat dengan batasan ukuran tertentu, yang dapat dilihat saat dia mengembung atau tidak. Jika saat ia mengembung hanya sebesar bola tenis maka harus dilepaskan. Namun, hal tersebut tidak berkaitan dengan keamanan untuk dikonsumsi, tetapi untuk membiarkannya lebih berkembang.

Dalam pengolahan buntal darat tidak ada aturan khusus, sama seperti ikan yang dikonsumsi lainnya, karena tidak ada bagian tubuh yang mengandung racun. Sebelum diolah, kulitnya harus dikupas, begitu juga dengan bagian perutnya. Namun, hatinya dapat dikonsumsi, bahkan dapat digunakan sebagai penawar ketika seseorang keracunan ikan buntal laut.

Bumbu dan Cara Memasak

Dalam kajian ini dicontohkan memasak 1 kilogram buntal darat. Sama seperti masakan gangan pada umumnya seperti menggunakan lengkuas, kemiri dan cabe. Namun, perbedaannya terdapat pada Daun Renggadaian yang berfungsi sebagai asam dan serai untuk menghilangkan bau amis. Selain itu, penggunaan bumbu dalam jumlah yang tepat akan menciptakan aroma gangan yang khas dan juga hilangnya bau amis. Untuk menambah cita rasa yang lebih khas dapat juga menambahkan menggale (ubi kayu). Berikut ini adalah memasaknya:

– Daun Renggadaian dan Daun Kandis sebagai Asam atau asam Jawa

– Kunyit (25 gram)

– Lengkuas (30 gram)

– Kemiri (4 buah/13 gram)

– Serai (1 batang)

– Cabe (20 buah)

– Garam (25 gram)

– Air (2 liter)

Adapun cara memasak buntal darat adalah:

– Potong dan Tumbuk Bumbu hingga halus,

– Masukkan bumbu ke dalam air,

– Masak air hingga mendidih,

– Tunggu hingga mendidih,

– Setelah mendidih masukkan ikan,

– Tunggu beberapa saat hingga bambu meresap ke dalam daging ikan,

– Masukkan Daun Renggadaian,dan

– Tunggu beberapa saat hingga daun Renggadaian menyerap

Fungsi Nirok Nanggok

Pada dasarnya kuliner ini disajikan untuk lauk makan sehari-hari. Sebagian besar narasumber mengungkapkan jika kuliner ini akan sangat terasa nikmat jika di makan pada siang hari. Selain itu olahan rempah akan memberi efek kepada tubuh setelah lelah bekerja. Karena dipercaya setiap bumbu terutama kunyit, lengkuas dan kemiri memiliki manfaat bagi bumbu.

Selain itu, kulinier ini juga mulai dikembangkan sebagai sajian bagi wistawan yang berkunjung ke Kabupaten Belitung Timur khususnya di Tebat Rasau, Desa Lintang. Cukup banyak wisatawan yang telah menikmatinya, bahkan wisatawan mancanegara, Amerika, Malaysia, Jepang dan Singapura.

 

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201900870

Nama Karya Budaya :Gangan Buntal Darat

Provinsi :Kepulauan Bangka Belitung

Domain :Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda