Candra Darusman, Mau Maju, HKI Harus Dilindungi

0
975

Penerima Anugerah Kebudayaan Kategori Pencipta, Pelopor, dan Pembaru 2016. Candra Darusman tidak saja dikenal sebagai seorang musisi jazz profesional, tetapi juga perintis kegiatan Jazz To Campus (JTC)  yang kini memasuki usia 39 tahun dan memelopori pentingnya hak cipta dilindungi. Perlindungan hak cipta memungkinkan inovasi dan kreativitas bisa tumbuh sumber.

Di dunia musik, Candra dikenal mumpuni. Ia tidak hanya seorang pemain musik, tetapi juga seorang pencipta lagu, pembuat aransemen dan produser musik yang andal. Sebagai produser ia telah mengorbitkan penyanyi Grace Simon, Ruth Sahanaya, Utha Likumahuwa, dan Chicha Koeswoyo.

Sejak kecil sudah terbiasa mendengar musik jazz yang diputar ayahnya dari piringan hitam, Candra mulai bermain jazz secara profesional ketika membentuk grup Chaseiro (1978), yang beranggotakan teman-teman satu kampusnya. Lalu, tahun 1985 ia dan beberapa musisi membentuk grup Karimata.

Setelah sempat memimpin Persatuan Artis Pencipta Lagu, Penata Musik Rekaman Indonesia Organization (PAPPRI, 1987-2001), Candra mulai menangani hak cipta musik di Indonesia. Musisi Enteng Tanamal dan TB Sadikin Zuchra mengajaknya untuk ikut menangani hak cipta musik Indonesia. Hak cipta musik, menurut dia, juga harus dilindungi dan dilestarikan karena  musik memang satu kebutuhan dan ekspresi yang sangat dibutukan oleh masyarakat.

“Saat itu mereka mencari anak muda yang peduli dengan sistem hak cipta. Saya belum tahu banyak waktu itu. Mereka mengindoktrinasi saya dan saya terpanggil untuk membangun  hak kekayaan intelektual (HKI). Saya saat itu, PAPPRI  mulai merintis yang namanya hak cipta itu,” ujarnya.

new-picture-1Ia kemudian menjadi General Manager Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI, 1991-2001). Pekerjaan baru itu ternyata menghendaki konsentrasi penuh darinya. Ia lantas meninggalkan musik untuk terjun sepenuhnya selama 10 tahun menangani HKI. Selepas dari sana ia bergabung dengan World Intelectual Property Organization (WIPO), sebuah lembaga di bawah PBB yang menangani HKI. Saat itu, Indonesia membutuhkan wakil untuk duduk di sana, sementara Candra membutuhkan tantangan baru. Kesempatan itu bak gayung bersambut.

Candra menjelaskan, HKI adalah satu sistem yang memberikan peluang bagi para inventor dan kreator untuk mendapatkan hak ekonomi dari ciptaannya. Tiap negara perlu mengembangkan itu agar inovasi dan kreativitas tidak dapat dilindungi.

Inovasi atau kreativitas sangat dibutuhkan bagi kemajuan satu bangsa. Candra menyebut negara seperti Singapura, Korea Selatan dan Jepang menjadi maju bukan karena memiliki sumber daya alam berlimpah, melainkan karena adanya inovasi dan kreativitas. Bila suatu bangsa mau maju, HKI harus dilindungi.

new-picture-2Berkaitan dengan penghargaan yang diterimanya, Candra mengatakan, “Saya senang, tetapi ada beban tanggung jawab yang harus dipikul. Itulah reaksi ketika mendengar berita ini. Penghargaan ini harus juga disadari konsekuensi apa yang dikerjakan itu harus dapat dibuktikan atau dipertunggungjawabkan.”

BIODATA

Nama: Candra Darusman

Lahir : Bogor, 21 Agustus1957

PENDIDIKAN
-International School of Belgrade (Yugoslavia),
-Sekolah SD Mexico (Jakarta)
-SMP Budi Waluyo (Jakarta)
-Instituto del York (Mexico DF)
-Hamilton School (Mexico DF),
-Sekolah Indonesia Moscow (Moscow),
-Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1976)

PENGHARGAAN

  • 2016: Anugerah Kebudayaan untuk Kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaru
  • 2015: Penghargaan dari Menteri Kumham atas Upaya Memajukan Sistem HKI di Indonesia 2015
  • Tokyo, Japan dalam lagu Kembalikan Baliku Padaku oleh Guruh Sukarnoputra (1987)
  • 1985: Kawakami Awards sebagai penata musik pada World Pop Song Festival, Tokyo, Japan dalam lagu “Burung Camar”  oleh Aryono Hubojo Djati & Iwan Abdurachman
  • 1980: Aransemen Lagu Terbaik dalam Festival Pop Song Nasional untuk lagu “Salamku Untuknya” yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata, ciptaan Irianti Erningpraja, Adjie Soetama dan Candra Darusman

KEGIATAN LAIN

  • Deputy Director kantor regional WIPO di Singapura (2010 hingga sekarang)
  • Konsultan World Intelectual Property Organization (WIPO, 2001-2009)
  • Sekjen Yayasan Musisi Indonesia (YAMI, 1995-2001)
  • General Manager Yayasan Karya Cipta Indonesia
    (KCI, 1991-2001)
  • Direktur Persatuan Artis Pencipta Lagu, Penata Musik Rekaman Indonesia Organization (PAPPRI, 1987-2001)

GRUP BAND & DISKOGRAFI

-Chaseiro (1978 -sekarang dengan 7 album)

– Karimata (1985-sekarang dengan 5 album)
– Telerama

TINGGALKAN KOMENTAR