Seminar Proposal Kajian Pelestarian Nilai Budaya

0
1134

Padang – Bertempat di Ruang Sidang Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat, pada Senin 20 Maret 2017 diadakan Seminar Proposal Pelestarian Nilai Budaya. Seminar ini akan berlangsung selama dua hari berturut-turut dari Senin-Selasa, 20-21 Maret 2017. Sekitar 14 proposal penelitian akan dipresentasikan oleh para peneliti BPNB Sumatera Barat. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala BPNB Sumatera Barat Bapak Drs. Suarman.

Diawali dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, seminar selanjutnya dibuka secara langsung oleh Kepala BPBN Sumatera Barat Bapak Drs. Suarman. Dalam sambutannya, Suarman menyampaikan bahwa sebagai unit pelestari maka kajian tidak bisa dilepaskan dari tugas dan fungsi BPNB Sumatera Barat. Hal ini menurut beliau karena nyawa dari pelestarian tersebut adalah penelitian.

“penelitian adalah nyawa pelestarian nilai budaya” demikian Suarman menegaskan.

Beliau juga menambahkan bahwa untuk mencapai penelitian yang berkualitas maka diperlukan masukan dari berbagai pihak khususnya akademisi. Itulah tujuan adanya seminar proposal.

Seminar proposal sejatinya merupakan kegiatan rutin untuk menampung masukan dan saran sebelum kegiatan penelitian dilaksanakan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa rencana, penemuan masalah, kerangka berfikir, tujuan, metode penelitian serta instrumen yang lain telah lengkap sehingga penelitian bisa dilaksanakan. Dengan terpenuhinya semua instrumen penelitian maka bisa dipastikan bahwa penelitian tersebut bisa tepat sasaran, terarah dan tidak melebar serta pada akhirnya nanti bisa berdaya guna.

Hal ini jugalah yang ditekankan oleh Suarman dalam sambutannya. Beliau menyatakan bahwa hasil kajian ini harus mempunyai kontribusi dari aspek kesejarahan dan kebudayaan kepada pemerintah dan masyarakat setempat. Sehingga ketika penelitian telah selesai dilaksanakan maka endingnya harus menawarkan masukan atau rekomendasi pada kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pemeritnah setempat. Selain itu beliau juga menekankan bahwa selain hasil yang akan berkontribusi pada daerah lokasi penelitian, hasil penelitian ini juga nantinya harus disajikan secara informatis dan berskala nasional. Sehingga hasil tersebut tidak hanya bisa dikonsumsi oleh kita dan masyarakat setempat tapi juga seluruh masyarakat.

Diawali dengan pemaparan, diskusi dan penyimpulan oleh nara sumber. Pada kesempatan di hari pertama, didapuk sebagai nara sumber utama adalah Bapak Alfian Miko, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas.

Hari pertama seminar menampilkan enam orang peneliti. Keenam orang peneliti ini dibagi dalam dua sesi, dengan masing-masing sesi tiga orang. Pada sesi pertama seminar menampilkan tiga orang peneliti dengan obyek penelitian yang berbeda. Ketiga proposal tersebut yakni, Tradisi Mailau di Kabupaten Solok yang akan diteliti oleh Ibu Titit Lestari, Tatakrama Pelajar Berlalu Lintas di Kabupaten Pasaman oleh Bapak Yulisman dan Tatakrama Masyarakat Pesisir yang dipresentasikan oleh Bapak Refisrul.

Sementara untuk sesi ke dua, tiga orang peneliti yakni Ibu Silvia Devi mempresentasikan tentang Jokong dan Nelayan di Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu, Bapak Hariadi meneliti Surau Suluk, Mursyid dan Pengobatan Tradisional di Kabupaten Lima Puluh Kota, serta Bapak Rois Leonard A akan meneliti tentang Barong Landong pada Suku Lembak di Kota Bengkulu.