UPACARA BUDAYA BATAGAK TONGGAK TUO RUMAH GADANG NAGARI SUMPUR

0
7888

20150201_123316Upacara Batagak Tonggak Tuo Rumah Gadang di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat berjalan dengan sukses. Upacara dilaksanakan selama dua hari Sabtu-Minggu 31 Januari – 1 Februari 2015. Dihadiri oleh sejumlah tokoh pemerintahan, tokoh-tokoh masyarakat dan organisasi-organisasi masyarakat. Upacara ini dimaksudkan sebagai bentuk pelestarian karya dan nilai budaya yang belakangan semakin ditinggalkan generasi muda.

Batagak Tonggak Tuo Rumah Gadang adalah salah satu jenis upacara dalam pembangunan rumah gadang. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia Batagak Tonggak Tuo berarti Menegakkan Tonggak/Tiang Utama. Dalam pembangunan Rumah Gadang, Batagak tonggak tuo merupakan upacara yang dirayakan dengan baralek (pesta) besar. Upacara dimaksudkan sebagai bentuk ucapan syukur dan permintaan izin kepada Yang Maha Kuasa tanda dimulainya pembangunan. Upacara ini juga dilengkapi dengan simbol yang dipercaya masyarakat mengandung nilai-nilai tersendiri.

Batagak Tonggak Tuo merupakan kegiatan awal pembangunan rumah gadang. Bisa dikatakan bahwa batagak tonggak tuo merupakan peletakan batu pertama dan penanda dimulainya pembangunan Rumah Gadang. Namun istilah yang dipakai oleh masyarakat Minangkabau adalah Batagak Tonggak Tuo. Hal ini berbeda dengan pembangunan bangunan-bangunan pada umumnya. Pada pembangunan Rumah Gadang, hal yang paling awal dikerjakan adalah kerangka bangunannya, kemudian menyusul fondasi bangunan. Ketika kerangka bangunan selesai, tiba waktunya untuk meletakkan ke atas fondasi yang telah disiapkan. Selanjutnya penyelesaian bangunan dilanjutkan.

Acara ini diawali dengan ritual doa bersama sebagai bentuk ucapan syukur dan meminta izin kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Memohon kepada yang maha kuasa agar proses pembangunan rumah gadang lancar, selalu diridhoi dan selanjutnya masyarakat khususnya pemilik rumah gadang makmur dan sejahtera. Hal ini terlihat dari simbol-simbol yang digunakan seperti penyembelihan ayam, tandan buah pisang, mayang pinang dan tunas kelapa. Simbol-simbol ini oleh masyarakat menunjukkan kemakmuran, kekuatan dan keselamatan. Setelah Batagak selesai dilaksanakan, acara diakhiri dengan makan bersama seluruh masyarakat yang hadir dalam acara Batagak Rumah Gadang tersebut.

Nilai gotong royong yang terdapat dalam Batagak Tonggak Tuo Rumah Gadang

Pada proses pelaksanaan batagak tonggak tuo Rumah Gadang terdapat nilai gotong royong dan kebersamaan pada masyarakat yang melaksanakan. Baik sebelum ritual dilakukan maupun pada saat ritual itu sendiri. Sebelum batagak tonggak tuo rumah gadang dilaksanakan, para warga kaum atau warga nagari akan beramai-ramai mengadakan gotong–royong untuk mencari pohon yang dinilai cocok untuk dijadikan tonggak tuo rumah gadang. Tonggak tuo ini diambil dari hutan konservasi milik kaum atau hutan ulayat kaum. Pengangkatan kayu yang ditebang kemudian dibawa ke tempat pembangunan secara bergotong royong. Hal ini mengingat kayu yang digunakan untuk tonggak tuo begitu besar dan panjang, tentu sangat berat. Jadi proses pengangkatan dilakukan bersama-sama. Kalau jaman dulu akan digotong secara bersama. Demikian juga dengan tiang-tiang yang lain semua diangkut dengan cara bersama-sama.

Setelah tonggak/tiang diperoleh dan dirasa cukup maka pekerjaan berikutnya adalah membuat kerangka tonggak tuo. Membuat kerangka tonggak tuo ini dikerjakan oleh para tukang tuo. Tukang tuo adalah orang-orang yang ahli dan memiliki pengalaman mumpuni dalam membuat Rumah Gadang. Setelah tonggak tuo selesai dirangkai, pekerjaan selanjutnya adalah batagak tonggak tuo. Inilah acara puncak dalam batagak tonggal tuo Rumah Gadang. Dalam acara ini akan melibatkan lebih banyak orang, hal ini dikarenakan Kerangka tonggak tuo akan jauh lebih berat. Satu hal yang sangat patut untuk diteladani adalah bahwa semua orang-orang yang terlibat dalam upacara batagak tonggak tuo adalah relawan yang tanpa dibayar. Hal ini menunjukkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang sangat kental bagi warga masyarakat.

– Marbun –
(BPNB Padang)