Tari Gangereng atau Tari Giring-Giring dari Dusun Paju Ampat, Kalteng

3
4031

Penulis: Neni Puji Nur Rahmawati (Peneliti Budaya di BPNB Kalbar)

 

Tari Gangereng, atau lebih terkenal dengan tari Giring-Giring adalah salah satu tarian tradisional Suku Dayak Ma’anyan di Provinsi Kalimantan Tengah, yang merupakan tari pergaulan muda-mudi Suku Dayak sebagai simbol pemersatu antara satu dengan yang lainnya, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Tarian ini tumbuh dan berkembang sejak jaman nenek moyang di permulaan tahun 525 di daerah Paju Ampat (dibaca Paju Empat) Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah dan menyebar luas ke berbagai daerah sekitar dan ke Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dengan raga gerak dan musik yang berbeda, namun gerakan dasar Tari Giring-Giring tetap sama yaitu menggunakan gerak  dasar Manasai yang merupakan gerak tari pergaulan Suku Dayak di Kalimantan Tengah juga beberapa ragam gerak tari lainnya seperti ragam gerak tandrik, menjinggit-jinggit dan raga gerak dua kali langkah kanan dan kiri yang juga merupakan pakem dari gerak tari Giring-Giring. Tari Giring-Giring pada awalnya dikenal dengan nama Tari Gangereng. Tapi Tari Gangereng saat ini lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan tari Giring-Giring, dengan maksud agar lebih mudah diingat oleh masyarakat, namun tidak ada perubahan bentuk atau makna tarian.

 

Artikel selengkapnya pada tautan di bawah ini;

TARI GIRING-GIRING

3 KOMENTAR

  1. Berikut adalah jawaban dari penulisnya;
    Gerak adalah kata kerja yang merujuk pada pengertian sesuatu yang terlihat dari perlakuan yang dilakukan oleh anggota tubuh. Sedangkan Tandrik adalah nama dari salah satu gerakan dalam gerak Tari Gangereng. Yaitu gerak kaki di mana ujung-ujung kaki kanan dan kaki kiri menginjak lantai/dasar secara bergantian dengan mengikuti irama musik.

TINGGALKAN KOMENTAR