Ameng Timbangan di BPNB Jabar

0
767

Ameng Timbangan, salah satu aliran dalam olah raga pencak silat, kini menjadi salah satu olah raga alternatif pegawai BPNB Jabar yang biasa dilaksanakan setiap hari jumat pagi. Agus Heryana, selaku pelatih olah raga tersebut merupakan salah satu pelaku sekaligus pakar seni bela diri timbangan. Disertasi beliau juga mengambil topik tentang Ameng Timbangan ditinjau dari sisi naskah yang menjadi salah satu pedoman bagi kemunculan seni bela diri tersebut.
Memang agak berbeda dengan seni bela diri pencak silat lainnya. Ameng Timbangan dapat dikatakan sebagai penggabungan antara olah raga dan olah rasa. “Rasa”, menurut Heryana dalam disertasinya yang berjudul “Naskah Timbangan : Analisis Ajaran Timbangan sebagai Dasar Perwujudan Pencak Silat (Ameng) Timbangan”, adalah:

“Rasa menjadi sangat penting dalam Timbangan karena berfungsi sebagai penghantar “dunia gaib” dengan “dunia nyata”. Rasa dapat berfungsi maksimal apabila disertai kontak antara nafs, jiwa dengan hati (kalbu) melalui perenungan-perenungan. Awal rasa adalah akal pikiran: apa yang dilihat, didengar kemudian diolah akal menjadi simpulan. Simpulan ditimbang-timbang baik buruknya sebelum diamalkan. Di sini berlaku ungkapan “jasmani memimpin rohani”, jasmani memaksa rohani untuk berbuat sesuatu. Bila putusan telah ditetapkan dan terus menerus diamalkan pada akhirnya perbuatan tersebut akan mendarah daging menjadi jiwa. Tanpa disuruh lagi ia secara otomatis melakukan perbuatan yang sudah biasa dilakukan. Pada tahap ini terjadi pembalikan konsep, yaitu “rohani memimpin jasmani”.

Menimbang bahwa sisi “rasa” yang harus menyatu dengan raga menjadi prinsip utama aliran ini dirasa sangat sulit dilakukan, maka pelatihan raga lebih dahulu dilakukan. Dalam pengertian bahwa tahapan-tahapan dalam gerakan-gerakan raga haruslah dirasakan oleh peserta. Dalam beberapa kali latihan, peserta diharuskan berjalan langkah maju, langkah mundur, langkah kanan, dan langkah kiri.
Setelah selesai melakukan latihan tahap pertama, yaitu latihan raga, peserta akan melakukan dua tahapan berikutnya, yaitu latihan rasa, dan latihan rumasa. Setelah dua tahap terakhir dipelajari, maka dapat dikatakan bahwa peserta bisa mempraktekan seni beladiri Ameng Timbangan yang keberadaannya kini dapat dikatakan hampir punah.(irvan)

TINGGALKAN KOMENTAR