RAWA SEGALE

0
1888

Rawa Sagele adalah sebuah nyanyian tradisonal masyarakat Desa Maria Kec.Wawo Kab.Bima Prop.NTB yang hingga saat ini masih utuh dan masih lestari diamalkan oleh warga Desa Maria, pada setiap saat menanam padi, jagung, kacang-kacangan.  Rawa Sagele adalah warisan Nenek Moyang orang Maria yang hingga saat ini sudah berumur ± 500 tahun. Rawa Sagele ada 24 macam lagunya. Alat musik untuk Rawa Sagele disebut Silu. Silu : ditiup oleh seorang laki-laki sebagai ahli tiup.

Rawa Sagele masih lestari sampai sekarang di Desa Maria Kec.Wawo, Kab.Bima. Nyanyian Sagele dilakukan pada saat musim tanam padi sawah atau padi ladang. Nyanyian Sagele adalah nyanyian khusus milik masyarakat Desa Maria Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Sedangkan masyarakat desa-desa lain di Kec.Wawo maupun desa-desa lain di wilayah Kab. Bima tidak mengenal/tidak menguasai Rawa Sagele.

            Menurut sejarah/menurut serita secara turun temurun dari Nenek Moyang warga Desa Maria, bahwa orang Maria khusunya, pada awalnya berasal dari salah satu daerah di Pulau Sumatera yaitu dari daerah Minang (Minangkabau). Karena peperangan antara suku dengan suku lain, mereka pindah ke pulau Sulawesi. Di Sulawesi mereka bermukim di salah satu daerah yang disebut kampung Mario-Ri Wawo.

            Di Sulawesi juga berperang lagi dengan suku asli Sulawesi. Dengan terpaksa pula pindah dan mencari tempat baru, yaitu di Dana Mbojo ini yaitu di daerah puncak ujung timur pulau Sumbawa ini, dengan tetap memberi nama kampungnya yaitu kampung Maria Wawo. Dari asal nama Maria-Ri Wawo.

            Jadi Rawa Sagele memang sejak mereka berada di daerah Minag sudah ada. Terbukti sekali sebagai saksi nyata. Bahwa cara melipat Sambolo Songke masyarakat Minang dengan kita di Bima (Maria) hampir sama. Orang Minang memasang Sambolo Songke pada bagian depan. Sedangkan kita meletakkan pada bagian samping kepala kita yaitu pada bagian atas telinga.

Seni Rawa Sagele ini akan menarik sekali pada saat kita melihat jatuhnya tangan kanan yang menancapkan tembilang (cu’a) ditanah oleh wanita-wanta yang menanam padi dan kesamaan gerak tangan kiri yang memasukkan bibit padi dilubang tanah sangat serasi sekali dengan nada Rawa Sagele tersebut. Walaupun 20 hingga 30 orang yang menanam gerak jatuh tembilangnya sama semua.

Judul lagu Sagele                           Contoh: Judul: Aru Gele

  1. Cana Gele                                           ..ai gele…
  2. Aru Gele                                              Aru gele…
  3. Gele Ro                                               Gele la sanao…no
  4. Gele                                                     Me’e Mali Ai gele…ai gele
  5. s/d 24                                                 Gele la sanao…