AI BELING [1]

0
1834

Ai Beling merupakan alat musik baru yang lahir dari hasil eksperimentasi salah seorang pemusik Sumbawa, yaitu Hendra Sofyan yang akrab dipanggil dengan A’o. Alat ini pertama kali digunakan pada tahun 2008 pada acara road show Ibu Gubernur NTB di Kabupaten Sumbawa. Alat musik ini tergolong unik dan merupakan satu-satunya di NTB, bahkan mungkin di Indonesia. Keunikannya terletak pada suaranya yang mampu meniru suara air yang sedang mengalir, sehingga kemudian oleh penciptanya, alat ini diberi nama ai beling, ai berarti air, sedangkan beling berarti bersuara, atau bila diartikan secara harfiah berarti air yang bersuara.

Ai Beling terbuat dari 2 (dua) ruas bambu plus batu ode (kerikil) dan bambu sebesar lidi. Agar mampu menghasilkan suara seperti air mengalir, pada sematang (badan ai beling) dibuatkan bongkang semit (lubang-lubang kecil seperti lubang semut) dalam bentuk seperti ulir sekrup dengan jarak masing-masing lubang sekitar 1,5 cm. Jumlah lubang tidak dapat ditentukan, tergantung dari panjang ai beling secara keseluruhan. Lalu pada tiap-tiap lubang dimasukkan bambu sebesar lidi sebanyak lubang yang telah dibuat. Langkah terakhir adalah memasukkan batu ode (kerikil) kedalam sematang secukupnya. Pada saat ujung ai beling yang berada diatas diturunkan secara perlahan-lahan, maka secara otomotis kerikil yang berada didalam sematang ikut turun dan kemudian menyentuh lidi sehingga menghasilkan suara.

Alat musik ini belum begitu menyebar di Kabupaten Sumbawa, sampai saat ini, baru beberapa kalangan yang memanfaatkannya, selain penciptanya sendiri juga beberapa seniman lainnya. Menyangkut fungsinya secara umum, ai beling dapat digunakan untuk mengiringi tari daerah Sumbawa, Teater, Lagu Pop Daerah Sumbawa, dsb. Ai beling dimainkan dengan cara membolak balik kedua ujungnya ke atas dan ke bawah dengan perlahan-lahan, sehingga mengeluarkan suara seperti air yang sedang mengalir. (WN)