Negeri Huaulu Seram Utara

0
46

Negeri Adat Huaulu adalah sebuah negeri adat setingkat desa yang dipimpin oleh seorang Raja atau disebut Papa Raja. Dalam negeri ini terdapat 43 kepala keluarga (KK) dan masyarakat Huaulu yang bermukim di daerah trans kilo 5 terdapat 40 kepala keluarga jadi mereka totalnya ada 83 KK dan terdapat 10 Soa (soa adalah ikatan Marga yang ada dalam negeri). Selain Papa Raja dikenal juga istilah Saniri Tanah (Raja Tanah/ marga yang pertama merintis adanya negeri Huaulu di masa lalu). Salah satu ciri khas masyarakat atau orang laki-laki negeri Huaulu adalah adanya kain merah yang diikatkan di bagian kepala. Negeri adat Huaulu merupakan negeri yang berada di perbatasan antara pata siwa dan pata lima namun secara tinggalan arsitektur rumah adat di negeri Huaulu merupakan arsitektur pata siwa.

Deskripsi rumah adat/ Baileu di negeri adat Huaulu :

  1. Menggunakan tiang dari batang pohon pakis yang berbentuk bulat;
  2. Lantai rumah dari bambu yang dipelepah (dirancak);
  3. Dinding rumah dari pelepah batang daun sagu/ areng;
  4. Atap rumah dari daun sagu/ daun rumbia;
  5. Rangka atap dari bahan bambu yang bulat utuh;
  6. Semua bahan bangunan penguatan/pengunjinya dengan ikatan dengan bahan rotan (tidak menggunakan paku/logam lainnya).
  7. Memiliki 2 lantai, lantai atas mengelilingi lantai 2 yang lebih rendah dari lantai 1 dan berada di tengah-tengah ruangan Baileu;
  8. Terdapat 9 bumbungan atap;
  9. Bahan rangka utama bangunan merupakan pohon kayu yang berbentuk bulat utuh dengan panjang kurang lebih 20 meter yang melintang Utara-Selatan sedangkan yang melintang Timur-Barat dengan panjang sekitar 15 meter;
  10. Terdapat beberapa motif ukir pada tiang rumah Baileu seperti motif kepala buaya, motif tangan, motif kepala ayam dan lainnya.
Baileu Negeri Huaulu

Rumah adat Baileu merupakan rumah adat Negeri Huaulu yang disebut Baileu yang difungsikan sebagai tempat rapat negeri, pelantikan Raja, tempat diadakannya tradisi adat negeri dan pertunjukan tarian negeri seperti tarian cakalele dan tarian maku-maku serta tempat berkumpulnya anak-anak negeri Huaulu.

Dalam membangun rumah adat Baileu Negeri Huaulu ada beberapa tahapan yang wajib dilakukan dan merupakan proses adat yang tidak boleh dilanggar (pamali) yaitu :

  1. Dilakukan rapat adat negeri yang dipimpin oleh Papa Raja/ Kepala Negeri dalam melihat atau menentukan waktu yang baik dalam pencarian bahan bangunan rumah adat Baileu;
  2. Pencarian dan pengambilan bahan bangunan di hutan selama kurang lebih 2 bulan;
  3. Mengumpulkan bahan makanan/ daging dengan cara berburu di hutan selama 5 hari (bekal makan dalam membangun baileu);
  4. Penentuan waktu dalam membangun rumah Baileu oleh sesepuh/ para orang tua Negeri (biasanya memakan waktu 1-5 hari);
  5. Pembangunan rumah adat Baileu Negeri Huaulu sekitar 3 bulan lamanya;
  6. Kemudian pencarian bahan makanan lagi dengan berburu di hutan sekitar 1-5 hari (bekal dalam upacara adat masuk rumah adat);
  7. Upacara/ tradisi naik rumah adat Baileu yang dipimpin oleh Papa Raja dan perangkat-perangkatnya dan salah satu prosesi yang dilakukan adalah ditampilkannya tarian cakalele dan tarian maku-maku.

Dengan demikian rumah adat baileu sudah siap difungsikan dan dimasuki oleh para anak-anak negeri dan difungsikan dalam melakukan proses adat selanjutnya. Dalam rumah adat baileu semua soa (marga) sama dan tidak ada yang dibedakan semua duduk dan hadir menyatu dalam prosesi adat yang dilaksanakan. Namun dalam mengurusi rumah baileu ditunjuk di dalam rapat negeri salah satu soa/ marga yang dikepalai oleh marga yang terpilih dan penamaan baileu tersebut berdasarkan nama marga yang menjaganya. Apabila ada bagian atap baileu yang bocor tidak dapat diganti/diperbaiki secara langsung melainkan nanti dalam kondisi rusak parah baru diadakan rapat Saniri negeri baru diputuskan apakah baileu akan diperbaiki atau tidak, apabila baileu diperbaiki total maka akan dipilih kembali soa/marga baru sebagai juru jaga di baileu.

Masyarakat yang memakai ikat kepala merah

TINGGALKAN KOMENTAR