Kegiatan analisis artefak dalam Pendataan Cagar Budaya atau Diduga Cagar Budaya

0
537

Kegiatan analisis artefak merupakan tahap yang sangat penting dalam penelitian arkeologi, sebab melalui analisis akan dapat diketahui karakter yang dimiliki artefak sebagai suatu hasil karya dan dalam hubungannya dengan artefak atau kasus lainnya sehingga dapat diketahui karakter budaya masyarakat pendukungnya. Melalui analisis juga akan dapat diketahui pertanggalan relatif artefak. Tahap analisis artefak terdiri:

  1. Identifikasi, yaitu tahap penentuan atribut yang dimiliki.
  2. Perekaman, yaitu memasukkan data dalam formulir atau struktur pangkalan data (database).
  3. Pengolahan, yaitu mencari korelasi data antara artefak atau konteks lainnya.

Tahap pengolahan data meliputi Klasifikasi, Analisis spesifik, Analisis konteks, dan Analisis Fungsi (Sukendar,2008:4).

Kegiatan dengan melakukan analisis spesifik yaitu menganalisis satuan benda arkeologi berdasarkan atributnya. Atribut tidak lain adalah satuan terkecil dari tinggalan arkeologi yang dapat diamati yang pada umumnya terdiri dari tiga macam yaitu atribut bentuk dan ukuran dari temuan benda arkeolgi secara keseluruhan, atau bagian-bagiannya (formal attribute), atribut teknologi, dan atribut gaya.  

Analisis spesifik merupakan tingkat analisis yang dilakukan terhadap artefak secara individu dengan maksud mengurai satuan benda arkeologis berdasarkan atribut yang dimilikinya. Analisis spesifik bertujuan untuk mengantar kita dalam melakukan perkiraan terkait bentuk yang dimiliki oleh suatu jenis artefak serta memudahkan kita dalam membandingkan atribut-atribut yang dimiliki oleh satu kelompok artefak yang sama. Atribut terdiri dari tiga jenis yaitu atribut bentuk atau dimensi dari temuan benda arkeolgi secara keseluruhan, atau bagian-bagiannya (formal attribute), atribut teknologi, dan atribut gaya.