SITUS CANDI BACEM

0
76

Situs Candi Bacem adalah sebuah candi yang terletak di Dusun Cungkup, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi Bacem terdiri atas dua candi yang terpisah namun tidak jauh ± 5 meter. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama “Sadran Cungkup”, namun pada masa Kadiri candi ini dikenal dengan nama Campara, yang tercatat dalam Pararraton.

Situs Candi Bacem berupa dua buah struktur bangunan yang berjejer dengan orientasi utara – selatan yang terbuat dari bahan batu bata dengan sedikit batu andesit. Candi Bacem pertama berukuran panjang 3,1 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 1,09 meter. Sementara bangunan kedua berukuran panjang 5,4 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi 1,1 meter. Susunan batu bata Candi Bacem banyak yang hilang, sehingga bentuknya pun tampak tidak beraturan.Bagian yang tersisa saat ini hanya fondasinya, sedangkan bagian tubuh dan atapnya sudah runtuh. Dua bangunan Candi Bacem sama-sama memiliki tangga dari batu andesit. Di atas reruntuhan candi dapat dijumpai kemuncak dan 11 umpak (penyangga tiang bangunan) yang terbuat dari batu andesit. Umpak Candi Bacem bervariasi, ada yang polos, ada pula yang berhias, dan ukurannya pun tidak seragam. Keberadaan umpak menunjukkan bahwa candi ini memiliki tiang dan atap dari bahan mudah lapuk. Tiang Candi Bacem diduga terbuat dari kayu, sementara atapnya berupa genteng, karena di sekitar fondasi juga ditemukan kepingan genteng.di candi sebelah utara yang memiliki ukuran panjang bervariasi ada 6 cm, 10 cm, 12 cm, 14 cm, dan paling besar 29 cm. Lebar pecahan genting antara 3-10 cm serta tebalnya 3 cm. ditemukan juga kepingan dari tanah liat yang memiliki pola melingkar dan bentuknya tidak sama dari pecahan genting tersebut. Kemungkinan pecahan tersebut merupakan pecahan dari sisa-sisa jambangan, yang memiliki ukuran panjang 15 cm dan tinggi 9 cm. terdapat batu lonjong yang memiliki panjang keseluruhan 83 cm, panjang bawah yang kecil 10 cm, tebalanya 12 cm, dan tingginya 15 cm. Di bawah candi terdapat gorong-gorong atau saluran air yang terbuat dari batu, menurut jurukunci Candi Bacem masih tertanam dibawah tanah sedalam 1,5 m. kemungkinan saluran air tersebut dibuat untuk pengaliran air yang telah disucikan dari atas atau mungkin juga untuk menyalurkan air hujan kedalam tanah, agar candi terhindar dari kelembaban dan basah, sehingga tidak mudah rusak. Sampai sekarang situs Candi Bacem  tersebut masih dikeramatkan oleh masyarakat setempat

Upaya pelestarian terhadap Situs Candi Bacem, sudah dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI yaitu Kegiatan pencatatan inventarisasi Verifikasi Obyek yang diduga Cagar Budaya pada Tahun 2017.

Sumber : Laporan Kegiatan Verfikasi Objek yang diduga Cagar Budaya Tahun 2017