CANDI SONGGORITI

0
86

Candi Songoriti berada di lembah antara Gunung Kawi dan Arjuno, Desa Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu. Candi Songgoriti merupakan sebuah petirtaan yang memiliki gaya arsitektur  samudramanthana dan salah satunya peninggalan pada masa klasik tua di JawaTimur.  Berdasarkan prasasti Sangguran yang ditemukan tidak jauh dari sekitar area candi ini menjelaskan bahwa Candi Songgoriti ini dibangun pada masa pemerintahan Mpu Sindok. Nama Songgoriti diduga berasal dari Bahasa Jawa Kuno yang memiliki makna timbunan logam yang tentunya berkaitan dengan nama desa Songgokerto yang bermakna timbunan kemakmuran.

            Candi ini dibangun dari batu andesit dekat dengan sumber mata air panas. Bagian candi ini meliputi batur berbentuk persegi berukuran 14,36 x 10 meter, kaki, badan dan atap yang telah runtuh. Pada fasad selatan mengalami runtuh seingga bagian perigi candi terlihat. Badan candi berdenah diagram mandala dan setiap fasad terdapat relung yang dihias lidah api dan makara yang distilir motif floral. Terdapat fragmen arca pria pada relung utara dan Durga Mahisasuramardhini pada relung timur yang mengindikasikan bahwa bangunan ini bernafaskan Hindu Siwa. Pada batur candi sisi utara dan timur terdapat enam jaladwara yang mengindikasikan bahwa bangunan tersebut merupakan petirtaan seperti Candi Tikus. Berdasarkan pola denah dan gaya ukirannya menunjukkan bahwa Candi Songgoriti termasuk gaya seni klasik tua sekitar abad 10 Masehi.

            Candi Songgoriti ditemukan oleh Van Ijsseldijk pada tahun 1799. Pemerintah Hindia Belanda melakukan pemugaran terhadap candi ini pada 1849 dan 1863 diketuai oleh Rigg dan Brumund. Knebel juga melakukan inventarisasi serta pemugaran pada tahun 1902 dan 1921 – 1923. (Ratih)

Keterkaitan informasi:

Artikel 1