Tinggalan Arkeologis Kolonial Jepang di Nusa Lembongan

0
1994
kemendikbud

Dengan diterimanya surat permohonan inventarisasi dari bapak I Gede Winaya, SE warga dari Banjar Kangin, Desa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Propinsi Bali yang melaporkan keberadaan Goa Jepang di lahan milik ayahnya, maka pihak kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali langsung memerintahkan dua orang stafnya yaitu Sdr. Andi Syarifudin, SS dan Sdr. I Gusti Agung Gede Artanegara, S.Kom untuk melakukan inventarisasi terhadap Goa Jepang yang terdapat di Nusa Lembongan tersebut.

Goa Jepang
Salah Satu Goa Jepang di Nusa Lembongan

Inventarisasi ini dilakukan selama dua hari dari tanggal 5 s.d 6 Pebruari 2013, adapun hasil yang ditemukan dilapangan adalah 3 (tiga) Goa Jepang, 1 (satu) Sumur Tuan dan 1 (satu) Pemandian. Goa jepang disini memiliki bentuk yang sama yaitu berbentuk menyerupai huruf “U”. Goa Jepang ini berada di areal karst dan dekat dengan pantai. Goa Jepang yang merupakan peninggalan Kolonial Jepang pada abad 20 ini memiliki kondisi yang relatif masih utuh walaupun untuk memasuki ke areal tersebut kita harus menerobos semak belukar dan pepohonan yang tumbuh liar.

Selain Goa Jepang terdapat pula Sumur yang dimana masyarakat didaerah setempat menamainya dengan nama Sumur Tuan yang dahulu dipakai oleh tentara jepang yang mereka panggil dengan sebutan Tuan.

Sumur Tuan
Sumur Tuan

Sumur Tuan ini dibuat dari batu karang, pasir dan semen. adapun tinggi dinding dari permukaan air sedalam kurang lebih 35 meter.

Disebelah sumur tuan terdapat tempat Pemandian yang keadaanya masih utuh walaupun tidak terawat. Pemandian ini terpisah menjadi dua bagian yaitu kolam pancuran dan areal mandi yang dikelilingi tembok batu karang dalam satu kesatuan.

Secara umum kondisi tinggalan arkeologis tersebut cukup baik dan di bangun antara tahun 1942 s.d 1943. Tinggalan arkeologis ini membuktikan bahwa tentara jepang sempat menetap di Desa Lembongan, Banjar Kangin dan mempergunakan kekuasaannya untuk memaksa masyarakat sekitar untuk membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pendudukannya. Melihat kondisi geografis goa yang berjarak sangat dekat dengan pantai dan letaknya cukup tersembunyi, kemungkinan goa tersebut difungsikan sebagai tempat persembunyian sekaligus pengintaian, mengingat lokasinya yang strategis.