Tumbuhkan Minat dan Bakat Masyarakat Lewat Workshop Melukis

0
1895

Jakarta – Melukis merupakan salah satu cara untuk melestarikan dan mencintai budaya. Oleh karena itulah, Direktorat Jenderal Kebudayaan bersama Direktorat PAUD dan Dikmas menggandeng Galeri Nasional Indonesia menggelar workshop Melukis Tas Kanvas di Komplek Kemendikbud. Kemeriahan ini menjadi bagian dari merayakan Hardiknas 2017 dalam balutan tema “Harmoni Bersama Masyarakat: Permata Bangsa Berdaya dan Berbudaya”.

Acara ini terbuka untuk umum dan mengajak seratus orang pengunjung pertama unjuk kebolehan melukis di atas tas kanvas. Peserta dapat menuangkan karya lewat goresan tinta yang dipandu oleh Tri Yuli Prasetyo dan Agung Frigidanto sebagai pendidik seni. Makin menarik dengan kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Talenta untuk melukis bersama.

Tubagus ‘Andre’ Sukmana, Kepala Galeri Nasional Indonesia memaparkan workshop Melukis Tas Kanvas merupakan cara yang ditempuh Galeri Nasional Indonesia untuk mengembangkan bakat dan minat masyarakat di bidang kesenian, khususnya seni rupa.  Tanpa mengenal usia dan latar pendidikan seseorang.

“Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Galeri Nasional Indonesia memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memfasilitasi potensi dan kreativitas di bidang seni rupa. Dalam rangka partisipasi di kegiatan Harmoni Bersama Rakyat ini, kami mengundang anak-anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Talenta. Sebab anak-anak istimewa ini kalau tidak diberikan kesempatan dan peluang, kita dan masyarakat tidak akan pernah tahu bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk bakat dan minatnya” tutur Andre.

Selama workshop melukis berlangsung, pengunjung dibebaskan mementukan sendiri konsep sesuai dengan tema yang dihadirkan. Beberapa diantaranya menampilkan potret kebudayaan seperti tarian tradisional, ondel-ondel, rumah ibadah, dan sebagainya. Sebagian lainnya memamerkan hasil karya berupa ungkapan ekspresi lewat fenomena alam dan karya kontemporer.

Melalui kegiatan ini Andre berharap dapat mempublikasikan Galeri Nasional Indonesia sebagai museum karya seni, sehingga masyarakat menjadi lebih dekat dan menjadikan museum sebagai media untuk belajar.

“Paling tidak tujuan ini terlihat dari antusiasme pengunjung dan tujuan tersebut bisa tercapai,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR