Tingkatkan Pengetahuan Warisan Budaya dan Cagar Budaya ke Siswa, Museum Nasional Adakan Lomba Cerdas Cermat Museum 2022

0
172

Jakarta – Memasuki tahun ke delapan, Museum Nasional menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) SMP/MTS Tingkat Nasional 2022 yang berlangsung selama 6 hari mulai 5 September 2022 sampai 10 September 2022. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dari 32 provinsi, yang telah melewati tahap seleksi yaki penyisihan, semifinal dan final.

Plt. Museum Nasional Indonesia, Sri Hartini, mengatakan selain memperluas informasi kebudayaan, Lomba Cerdas Cermat Museum SMP/MTS Tingkat Nasional ini dilaksanakan untuk meningkatkan apresiasi dan kebudayaan bagi siswa-siswi di Indonesia. Oleh karena itulah, Museum Nasional dirasa perlu menyelenggarakan lomba cerdas cermat secara terus menerus.

“Ini sebagai ajang siswa untuk berkreasi dan berkompetisi,” ujarnya saat pembukaan LCCM yang dilaksanakan secara daring di YouTube Kemdikbudristek, Budayasaya dan Museum Nasional (5/9/2022).

Plt. Museum Nasional, Sri Hartini, memberikan laporan Lomba Cerdas Cermat Museum SMP/MTS Tingkat Nasional 2022, melalui daring di YouTube Kemdikbudristek, Budayasaya dan Museum Nasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan, Lomba Cerdas Cermat Museum ini menjadi salah satu bentuk kegiatan yang dipilih untuk menyebarluaskan informasi tentang warisan budaya dan cagar budaya. Ia pun mendorong para pengelola museum agar dapat menciptakan program yang kreatif dan inovatif sehingga masyarakat lebih tertarik berkunjung ke museum.  

“Tentunya besar harapan kami Lomba Cerdas Cermat Museum SMP/MTS Tingkat Nasinal 2022 bisa menambah pengetahuan masyarakat khususnya generasi muda mengenai budaya dan sejarah bangsa,” tambahnya.

Mengusung tema Generasi Tangguh, Unggul, dan Berkarakter, LCCM SMP/MTS Tingkat Nasional 2022 sudah dilaksanakan sejak tahun 2015. Adapun materi lomba mengandung unsur Pengetahuan Umum Kebudayaan, Sejarah Perjuangan Bangsa dan Permuseuman yang dipersiapkan oleh Perkumpulan Prodi Sejarah Indonesia (P3I). Museum Nasional juga bekerjasama dengan UNJ, SDI Al-Hasanah, Forum Guru IPS Seluruh Indonesia (FORGIPSI) serta Asosisasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) terkait perjurian.

Artikel SebelumnyaMemajukan Ekosistem Konten Budaya melalui Festival Indonesia Bertutur 2022
Artikel BerikutnyaSulawesi Tengah Memenangkan Lomba Cerdas Cermat Museum 2022