Perkuat Ekonomi dan Sosial Budaya Melalui Festival Budayaw IV

0
364

Makassar, Sulsel –Pentingnya penguatan hubungan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara yang tergabung dalam East ASEAN Growth Area, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina (BIMP- EAGA), dapat diciptakan melalui pertukaran pengetahuan seni dan ekspresi budaya.

Hal ini merupakan pesan dari Festival Budayaw IV yang berlangsung di Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat (1/9/2003). Festival ini dirangkai dalam sub-tema “Spice Route and Maritime Memory” dengan berpayung pada tema besar “Keragaman Budaya untuk Kehidupan yang Berkelanjutan”. Ini merupakan kerjasama Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi bersama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang bersama-sama mengajak publik untuk mengembangkan kebudayaan sebagai ketahanan budaya dan meningkatkan sektor ekonomi di empat negara.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Irini Dewi Wanti mengatakan melalui sub-tema tersebut, Festival Budayaw mengangkat kembali latar belakang sejarah jalur rempah dan maritim sebagai wahana penting yang membentuk konektivitas ekonomi dan sosial budaya baik di Kawasan Asia Tenggara dan Internasional.

“Bukan hanya konteks Kepulauan Indonesia dan BIMP-EAGA sebagai tuan rumah keragaman hayati yang kaya, namun juga berupa pemanfataan dan pengetahuan yang terus berkembang, termasuk pengetauan lokal yang mengalami pertukaran lain yang lebih luas,” ucapnya saat sambutan pembukaan Festival Budayaw (1/9/2023).

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rasyid, mengatakan Festival Budaya IV dapat menjadi media berkarya dan seni ekspresi bagi negara-negara yang mendukung festival ini, dan masyarakat Sulsel. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga budaya dan memfilter budaya asing yang tak sesuai dengan jati diri bangsa.

Imbauan menjaga kelestarian alam juga disampaikan selama festival ke masyarakat setempat dan para delegasi yang terlibat. Ini disampaikan melalui Lokakarya Pewarnaan Alami yang diikuti oleh Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Tak hanya itu, ada juga penampilan kesenian kolaborasi empat negara, seminar internasional, kuliner, dan pameran jalur rempah.

Pembukaan Festival Budayaw IV, Kemendikbduristek menampilkan seni teatrikal “Bongaya: Rampai dalam Damai” yang digarap oleh seniman Asia Ramli Prapanca dari Makassar, dan pertujukan musik- tari serta kerajinan dari Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Tengah.

Dokumentasi: Humas Kemendikbudristek