You are currently viewing Kemah Budaya 2016 sebagai Wahana Berkreasi Generasi Muda

Kemah Budaya 2016 sebagai Wahana Berkreasi Generasi Muda

  • Post author:
  • Post category:Berita

Jakarta – Rapat persiapan Kemah Budaya 2016 kembali digelar di Gedung E Kemdikbud, Rabu (30/3). Rapat dipimpin oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid dan dimoderatori oleh Direktur Sejarah Taufik Hanafi. Dalam sambutannya, Taufik menyatakan kegiatan ini dapat menjadi wahana berkreasi bagi generasi muda. “Kegiatan ini sebagai wahana berkreasi. Kita harus melakukan persiapan dengan matang agar hasilnya pun maksimal,” ungkapnya.

Senada dengan Taufik, Sesditjen Nono Adya Supriyatno yang turut hadir dalam rapat tersebut pun mengusulkan adanya jingle lagu Belitung dengan harapan peserta dapat terus mengingat kota nan indah tersebut. Gayung pun bersambut, Bupati Belitung Sahani Saleh menyambut baik kerja sama ini dan telah dilakukan berbagai persiapan di Belitung. “Kami telah mempersiapkan lokasi dan fasilitasnya, salah satunya adalah jaringan air. Sarana yang akan digunakan telah rampung 90%,” tutur Sahani.

Suasana Rapat Persiapan Kemah Budaya

Kegiatan yang rencananya akan diselenggarakan pada 19-23 September mendatang di Belitung ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Mandiri, Berdaya Saing dan Bermartabat”. Berbagai persiapan telah dilakukan secara terperinci, mulai dari peninjauan lapangan, menyiapkan logo, serta berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang digunakan.

Hilmar Farid dalam Rapat Kemah Budaya [1024x768]

Nantinya, para peserta tak hanya akan melakukan kemah saja, namun juga akan dibekali ilmu dan pengetahuan lain yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. Hal tersebut diwujudkan dengan kehadiran Komunitas Layang-layang dalam rangkaian acara Kemah Budaya. Mereka mengusulkan, para peserta akan diberikan sokongan ilmu mengenai sejarah, pembuatan, serta ilmu-ilmu yang terkandung dalam sebuah layang-layang. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Museum Layang-layang, Nugroho. “Saya ingin peserta mampu memahami proses pembuatan layang-layang, pengetahuan dasar angin, dan teknik tali-temali,” katanya.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap tema yang diusung kali ini dapat terimplementasi dengan baik, khususnya demi membentuk generasi muda yang mandiri dan memiliki kepercayaan diri.