Diplomasi Karya Lintas Negara

0
837
Galeri Nasional Indonesia akan menggelar Pameran Kolaborasi Seniman Indonesia dan Australia
Galeri Nasional Indonesia akan menggelar Pameran Kolaborasi Seniman Indonesia dan Australia

Awal tahun 2015 Galeri Nasional Indonesia memberikan sajian menarik yang mengkolaborasikan seniman lintas negara dalam Pameran Conversation: Endless Acts in Human History. Pameran yang akan digelar pada 14 Januari hingga 1 Februari 2016 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia ini merupakan hasil kerjasama Galeri Nasional Indonesia dengan Galeri Canna. Dua seniman yang menjadi sentral adalah Entang Wiharso (Indonesia) dan Sally Smart (Australia). Mereka akan menyajikan karya-karya dalam wujud patung, lukisan dan instalasi.

Dikuratori oleh Suwarno Wisetrotomo (Indonesia) dan co-kurator Natalie King (Australia), Conversation: Endless Acts in Human History diterjemahkan sebagai dialog dan diplomasi karya antara Entang Wiharso dan Sally Smart yang mengekspos persamaan dan perbedaan kedua seniman dalam lingkup sosial, budaya, emosi, hubungan geografis, dan sinergi. Dialog dan diplomasi tersebut dipandang sebagai sistem yang berhubungan, yang diciptakan dengan aspek sosial dan budaya, yang pada akhirnya terhubung dengan individu, institusi dan negara.

“Saya dan Sally memiliki minat yang sejalan dan berbagai ide yang berbeda kerap bermunculan untuk karya kami, seperti tubuh dan organ, perbatasan dan tepian, sejarah, kolonisasi, gambaran seni dan seni politik. Dan kami menggunakan potongan sebagai konsep karya kami,” ungkap Entang. “Ini merupakan tindakan kepercayaan dan pertemanan, sebuah percakapan antara kedua seniman, menciptakan pameran yang luar biasa”, lanjutnya.

Conversation: Endless Acts in Human History merupakan pameran kolaborasi pertama bagi Entang dan Sally. Sebelumnya keduanya bertemu di Melbourne pada tahun 2012 yang kemudian menjadi teman dekat. Masing-masing dari mereka telah berpameran tunggal. Entang pernah menggelar pameran solo diantaranya Perfect Mirror, Bernier/Eliades Gallery, Atena (2015); Never Say No, Institusi Singapore Tyler Print, Singapura (2015); Entang Wiharso, Marc Straus Gallery, New York (2015); Untold Stories, Dirimart, Istanbul, Turki (2015); Trilogy, ARNDT, Singapura (2014); dan Love Me or Die, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2010). Sedangkan pameran tunggal Sally meliputi The Choreography of Cutting, Purdy Hicks Gallery, London (2015); The Pedagogical Puppet, Contemporary Galleries, University of Connecticut, USA (2012); dan Flaubert’s Puppets Postmasters Gallery, New York (2011). Selain pameran tunggal, kedua seniman tersebut juga pernah mengikuti berbagai pameran bersama.

*dsy/GNI