Tari Legu Sahu

0
1571

Notice: Trying to get property 'roles' of non-object in /home/website/web/kebudayaan.kemdikbud.go.id/public_html/wp-content/plugins/wp-user-frontend/wpuf-functions.php on line 4663

Tari Legu Sahu berasal dari kata “Legu” yang artinya “pesta”. Sehingga Legu Sahu berarti pesta masyarakat Sahu atau Pesta perayaan panen padi yang diadakan setiap tahun. Tarian rakyat ini merepresentasikan luapan kegembiraan rakyat saat panen padi. Tarian ini menggambarkan rasa syukur rakyat akan kesuksesan panen padi. Ketika peran tari Legu sahu sebagai hadiah dalam ulang tahun Sultan Ternate maupun dalam penyambutan Sultan atau tamu kebesaran, tarian ini menjadi tarian yang bersifat formal. Dalam gerakan tarian penari pria, terdapat gerakan kaki berupa ayunan kaki ke depan, ke samping kiri dan ke belakang yang menggambarkan pembersihan rumput pada jalan yang akan dilalui. Sedangkan gerakan pada tarian yang dibawakan oleh penari wanita melambangkan rasa kasih sayang satu dengan yang lainnya, serta gerakan bergeser ke kiri dan ke kanan menggambarkan aktivitas menginjak padi saat selesai panen. Gerakan yang menunjukkan interaksi antara penari pria dan wanita dalam tarian melambangkan keakraban, kebersamaan dan kegembiraan dalam suasana pesta rakyat yang sedang dirayakan. Pada tarian Legu Sahu tidak terdapat syair pengiring dan hanya mempergunakan alat musik tradisional. Alat music yang dipakai dalam mengiringi tarian ini adalah tifa atau dalam bahasa setempat dikenal dengan kata didiwang dan gong besar serta gong kecil yang disebut juga kenong.